Putting Beliung Terjang Buleleng, Di Kelurahan Astina Pohon Tumbang Timpa Mobil

Foto Balieditor.com-ngr: Mobil yang ditimpa pohon yang roboh

BALIEDITOR.COM – Angin kencang alias putting beliung Kamis (2/8/2018) siang hingga sore menerjang Buleleng, Bali.

Putting beliung itu terjadi di beberapa wilayah di Bali Utara. Seperti di Banjar Peguyangan, Kelurahan Astina, Singaraja, tepatnya di Jalan Gajahmada, akibat angin kencang itu, membuat sebuah pohon tumbang dan menimpa sebuah mobil.

Selain ada pohon tumbang, juga atap rumah warga di Banjar Dinas Santal, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, ambruk akibat diterjang angin kencang.
Informasi yang diperoleh Balieditor.com, pohon tumbang di Banjar Peguyangan, Kelurahan Astina ini terjadi sekitar pukul 12.20 wita siang. Pohon yang ada persis di depan Pura Kawitan Arya Wang Bang Pinatyh di pinggir jalan tumbang.

Sebelum pohon itu tumbang, warga setempat sempat dibuat was-was dan panik akibat terjangan angin kencang. Warga yang saat itu sedang melakukan aktivitas di dalam rumah, tak sedikit berlarian ke luar rumah. Saat itu pula, pohon yang ada di pinggir jalan sebelah selatan Balai Masyarakat Peguyangan, tumbang. Tumbangnya pohon itu menimpa satu unit mobil DK 193 BN yang terparkir dibawah pohon tersebut.

“Saya takut waktu itu, karena angin sangat kencang. Kemudian terdengar suara brak, setelah saya lihat ternyata ada pohon tumbang. Dan mobil yang terparkir ditimpa bagian belakang, kaca pecah,” ucap salah seorang warga setempat akrab disapa Setun.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, warga setempat pun langsung memindahkan potongan kayu yang menimpa mobil tersebut. Mobil yang rusak pada bagian belakang itu, lalu dipindahkan warga ke Balai Masyarakat, sembari menunggu petugas BPBD Buleleng untuk menangani pohon tumbang itu. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng pun selang beberapa waktu datang, melakukan penanganan pohon tumbang. Dengan 5 personil, tim langsung memotong kayu-kayu tersebut, dengan memakai 2 mesin pemotong kayu (chainsaw, red).

Sementara di Desa Banjar, sebuah atap rumah ambruk akibat diterjang angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun atap rumah milik Dewa Made Artana, 50, mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga untuk sementara bangunan semi permanen tersebut tidak bisa ditempati karena kondisinya masih berantakan.

Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa mengatakan, musibah angin kencang terjadi sekitar pukul 17.40 wita. Meski ada salah satu rumah warga bagian atapnya ambruk, tapi pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. “Kejadiannya sekitar pukul 17.40 wita. Sekarang kami masih mendata, apa saja kerusakannya. Jumlah kerugian akibat angin kencang menimpa rumah Artana belum bisa kami perkirakan. Tapi yang penting, tidak ada korban jiwa dan semua selamat,” pungkas Dedy. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *