Raden Handi: “Memberikan Pengetahuan kepada Mahasiwa tentang Investasi Ilegal”

Foto Balieditor.com-frs: Bunda Tutik (tengah) diapi Raden Hadi (kiri) dan Ketua STIKES Buleleng DR Ns I Made Sundayana, S.Kep, M.Si (kanan)

BALIEDITOR.COM – OJK merasa beruntung dengan digelarnya seminar nasional hasil kerjasama dengan anggota Komisi XI DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, bertajuk “Perlindungan Konsumen dan Masyarakat Terhadap Investasi Ilegal” di Kampus STIKES Buleleng di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Senin (25/2/2019) siang.

Seminar itu benar-benar dimanfaatkan OJK Regional 8 Bali-Nusra untuk mensosialisasikan OJK sendiri serta berkesempatan memberikan pemahamanan kepada masyarakat kampus tentang investasi illegal atau investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar namun ujung-ujungnya raib uang masyarakat.

“Tentunya kesempatan ini kami manfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang investasi illegal termasuk sosialisasikan kepada masyarakat terutama para mahasiswa di STIKES ini,” ujar Raden Handi, Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda Regional 8 Bali dan Nusra, kepada Balieditor.com di sela-sela seminar nasional yang digelar di auditorim STIKES Buleleng.

Raden Handi berharap setelah mengikuti seminar ini dan memahamai tugas dan fungsi OJK, dan bisa mensosialisasikan kepada masyarakat tentang dampak investasi bodong. “Para mahasiswa bisa menjadi agent of information bagi masyarakat tentang materi yang kita sampaikan dalam seminar ini,” tambahnya lagi.

Raden Handi mengakui bahwa selama ini OJK sudah sering menerima pengaduan dari masyarakat yang menjadi korban investasi bodong tersebut. “Kemarin kita menerima pengaduan dari masyarakat dari Bali terkait dengan koperasi illegal. Jadi dia pinjam di bank kemudian simpan di koperasi yang diduga illegal itu. Dana masyarakat yang ditanam di investagi illegal di Bali (seluruh Bali) mencapai Rp 150 miliar,” ungkap Raden Handi.

Sementara itu Ketua STIKES Buleleng DR Ns I Made Sundayana, S.Kep, M.Si, menyatakan bahwa seminar ini sangat bermanfaat bagi civitas akademika STIKES Buleleng karena mereka menjadi tahu di bank mana saja yang aman bagi penyimpanan uang.

“Sebenarnya supaya civitas akademika STIKES Buleleng tahu bahwa untuk menyimpan uang yang legal dan aman itu dimana sebenarnya. Karena selama ini kan mereka tidak tahu pasti dan kurang informasi tentang nama lembaga keuangan yang legal illegal,” paparnya.

Ia menyebutkan bahwa saat ini banyak sekali kasus yang memberikan iming-iming bunga tinggi kepada masyarakat namun setelah masyarakat menyimpan uangnya di lembaga itu malah illegal.

“Selain itu, mahasiswa ini bisa menjadi agent of information. Nanti mahasiswa bisa menyebarkan informasi ini kepada masyarakat luas. Sebenarnya penyimpan uang yang aman dan legal itu di lembaga keuangan yang ada di bawah OJK,” papar \nya.

“Saya atas nama lembaga ini menyampaikan terima kasih kepafa Ibu Tutik atas kerjasamanya yang telah berlangsung lama. Semoga beliau sukses selalu dalam karier politiknya,” pungkas Sundayana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *