Ratusan Krama Banjar Adat Kelodan Jinengdalem “Usir” BUMDes dari Tanah Adat

Foto Istimewa: Massa Krama Banjar Adat Kelodon gelar aksi demo

BALIEDITOR.COM – Perseteruan antara adat dan dinas kembali terjadi di Buleleng, Bali. Kali ini terjadi di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng.

Perseteruan ini terjadi antara Banjar Adat Kelodan versus Desa Dinas Jinengdalem. Pemicunya adalah pembangunan gedung BUMDes yan dibangun Desa Dinas Jinengdalem tanpa sepengetahuan karma banjar adat setempat.

Akibatnya ratusan krama Banjar Adat Kelodan Jumat (13/7/2018) sore menyebut lokasi pembangunan gedung BUMDes itu. Mereka berbondong-bondong mendatangi tanah adat Banjar Kelodan Desa Jinangdalem.

Mereka bukan hanya datang begitu saja, tetapi juga membawa papan pengumuman bertuliskan “Dilarang Melakukan Aktifitas Apapun Diatas Tanah Banjar Adat”.

Kedatangan mereka berencana “mengusir” BUMDes itu dengan cara memasang papan tersebut. Karena diduga kuat pembangunan gGedung Bumdes oleh desa dinas tanpa sepengetahuan krama banjar adat .

Massa yang datang pada (13/7/2018) pukul 16.00 wita dan dijaga 20 personil Pam Gabungan Pamka, Pam Tup Polres Buleleng dan Polsek Singaraja. Aksi itu berjalan aman dan di bawah pengamanan polisi, namun ratusan massa adat yang rencana akan melakukan pemasangan papan pengumuman akhirnya batal. Hingga hampir pukul 18.5 wita papan pengumuman itu belum terpasang.

Diperoleh informasi bahwa massa batal memasang papan itu karena desa dinas akan melaksanakan pertemuan ulang dengan desa adat maupun tokoh-tokoh adat baik yang lama maupun baru untuk membahas polemik tersebut.

Penolakan pembangunan gedung BUMDesa di atas tanah milik banjar adat itu diputuskan pada paruman banjar yang dilaksanakan pada hari Minggu 8 juli 2018.

Aksi yang berakhir dama itu dimediasi Kapolsek Kota Singaraja Kompol AA Wiranata bersama Camat Buleleng Dewa Made Ardika , Perbekel Desa Jinangdalem Ketut Ardika, Kelian Banjar Adat Kelodan Desa Jinangdalem Wayan Arjana, S.Pd, M.Pd, Danramil Buleleng Kapten Inf Ketut Kamiasa. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *