Rayakan Jubelium Emas, ORARI Sambangi Anak Yatim Buleleng

Foto Istimewa: Peringatan Jubelium Emas ORARI

BALIEDITOR.COM – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) yang selama ini melayani informasi dengan siaran di frekwensi, genap berusia yang ke-50 tahun alias jubelium emas.

ORARI adalah satu-satunya wadah bagi amatir radio di Indonesia. Organisasi ini resmi berdiri pada 9 Juli 1968 dengan payung hukumnya Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1967.
Hingga tahun 2018 , ORARI telah memiliki lebih dari 31 ORARI Daerah dan 367 ORARI Lokal yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia begitu pula disertai dengan Alamat Sekretariat ORARI di masing-masing daerah dapat.

Organisasi ini adalah bagian dari International Amateur Radio Union (IARU) yang merupakan Organisasi Amatir Radio Dunia, karena kegiatan Amatir Radio adalah berskala Internasional.

Ketentuan yang mengatur kegiatan Amatir Radio diatur pula dalam Radio Regulation yang di keluarkan oleh International Telecomunication Union (ITU).

Ketua ORARI Lokal Buleleng Dewa Nyoman Semarang YC9DGL mengatakan bahwa Ulang Tahun ke-50 Emas ini sangat special. Sebaba, kata dia, ORARI disamping telah berumur setengah abab juga sangat special karena organisasi ini merupakan lembaga non departement yang mampu berdiri sendiri dan berbaur bersama masyarakat luas.

”ORARI merupakan organisasi non Departement dan mampu mandiri ditengah masyarakat, hingga pada saat ini ORARI yang ditetapkan pada 9 Juli 1968 atas dasar Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1967, sehingga 9 Juli 2018 ini merupakan tahun Emas untuk ORARI,” tandas Dewa Nyoman Semarang (YC9DGL).

“Kami di Kabupaten Buleleng sangat antosias sekali bersama rekan-rekan dari 4 hari ini, dengan membuat suatu kegiatan menyambut perayaan Tahun Emas ini melalui kegiatan kemasyarakatan. Panitia sudah kita bentuk dengan dibantu seluruh anggota, mereka pun menyambut Ulang Tahun Emas ini dengan penuh semangat, bahkan dari mereka sendiri telah memberikan sumbangsih,” sambungnya lagi.

Dikatakan, kalau ORARI seperti yang telah dibentuk di Buleleng organisasi ini selalu bergandeng dengan instansi terkait seperti BNPB Buleleng dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan seperti kebencanaan serta memberikan informasi yang akurat dan akuntabel. ”Dalam memberikan informasi di Frekwensi kita selalu bergandengan dengan BNPB agar setiap informasi selalu Akurat dan Akuntabel,” jelasnya.

YC9DGL Dewa Nyoman Semarang pun tak menampik kalau selama ini sering terjadi Jemmer di frekwensi, ia pun berharap tindak lanjut dari BALMON (Balai Monitoring Frekwensi dan Orbit Satellite) untuk membantu pencarian sumber pancaran suspect penggangu di frekuensi agar tidak terjadi permasalahan setiap penyiaran.

Sebelum HUT ke 50 ORARI Buleleng Senin 9 Juli 2018, ORARI Buleleng telah menyambangi anak-anak Yatim di Panti Asuhan “Dana Punia “ Singaraja pada Minggu (8/7/2018) yang berada dikelurahan Banyuning serta memberikan bantuan berupa 2 karung beras dan 10 dus makanan ringan.

Sementara Sekjen Orda Bali Bram Budianto YC9BBD pada sambutanya mewakili Orda Bali mengatakan, Hut 50 Tahun Emas ORARI hanya yang bisa melaksanakan Orlok Buleleng.

“Kami bangga diundang menghadiri Hut Orari ke 50 tahun ini, karena baru Buleleng yang bisa apalagi sampai melaksanakan acara donor darah dan memberikan santunan ke Pantai Asuhan Dana Punia dan kegiatan lainya, sedangkan di Orda Bali baru 14 Juli ini bisa dilaksanakan karena kesibukan. Kami berpesan mewakili Orda Bali agar para anggota selalu mematuhi kode etik dari Amatir radio” jelas Bram Budianto. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *