Rekomendasi Dewan: PT. Graha Adi Jaya Diminta Bangun Tembok Pembatas

Foto Balieditor.com-frs: Rapat Komisi I telorkan rekomendasi

BALIEDITOR.COM – Setelah melalui rapat dan pertemuan panjang selama beberapa bulan terakhir ini, Selasa (14/1/2020) Komisi I DPRD Buleleng mengambil sikap dan keputusan berbentuk rekomendasi dalam masalah perbedaan prinsip soal pembangunan BTN di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt.

Rapat dipimpin oleh ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buleleng I Gede Ody Busana, SH, dihadiri anggota Komisi I DPRD Buleleng serta hadir pula Kadis Perkimta Ni Nyoman Surattini, ST, beserta jajaran, jajaran Dinas PUPR, Sekcam Seririt I Made Mardika,SE, jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dari PT Graha Adi Jaya dihadiri oleh I Gede Adi Sucipto,SH selaku pengembang bersama Ketut Seringga, SH, selaku Penasehat Hukum PT. Graha Adi Jaya, dan dari pihak desa adat hadir Gede Swastika selaku Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Pengastulan dan Kepala Dusun Purwa.

Baca Juga:  Polemik Dana Bansos/Hibah, Kari Subali: “Ini Perampasan Hak Asasi Politik Saya”

Dalam rapat tersebut Komisi I langsung mengeluarkan rekomendasi atas permasalahan itu. Rekomendasi itu terdiri atas empat poin.

Pertama, PT. Graha Adi Jaya (pengembang) untuk membangun tembok pembatas antara perumahan dengan penyengker Pura Dalem, untuk tetap menjaga areal kesucian pura.

Kedua, PT. Graha Adi Jaya (pengembang) untuk membuat pengolahan bak resapan (biopori) sebelum dibuang ke saluran drainase pada masing-masing rumah.

Baca Juga:  Parlementaria: Sidang Dewan via Teleconference, Bupati Sampaikan LKPJ TA 2019

Ketiga, PT. Graha Adi Jaya (pengembang) untuk tetap memberikan saluran irigasi dan mengembalikan saluran irigasi untuk keperluan pengairan bagi karma subak dengan tetap memperhatikan saluran seperti semula yakni dengan lebar kurang lebih 60 cm.

“Keempat,PT. Graha Adi jaya (pengembang), Perbekel, Bendesa Adat dan warga masyarakat desa pengastulan dan krama Desa Adat Desa Pengastulan untuk selalu menjaga kemananan dan ketertiban di Desa Pengastulan,” tegas Oddy Busana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *