Renungan Kunjungan Rohani Prapaskah 2018

Foto Balieditor.com-frs: Salah satu anggota Seksi Sosial dan Rohani sedang membacakan renungan prapaskah

Foto Balieditor.com-frs: Salah satu anggota Seksi Sosial dan Rohani sedang membacakan renungan prapaskah

BALIEDITOR.COM – Menyambut perayaan Hari Raya Paskah 2018, panitia Hari Raya Paskah dari Kelompok Doa Maria Dolorosa binaan Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, menggelar sejumlah kegiatan di masa prapaskah.

Salah satunya Kunjungan Rohani kepada umat lanjut usia seperti oma-oma (nenek-nenek). Dalam kunjungan rohani itu ada materi renungan, yang kiranya patutu dibaca public pembaca Balieditor.com. Beritkut redaksi Balieditor.com menyajikan renungan itu secara utuh.

Kunjungan Rohani Prapaskah 2018: Renungan

Bapak-ibu, opa/oma yang terkasih dalam Kristus.
Hari Raya Paskah sudah dekat: Hari kebangkitan Kristus dari alam maut, serta kemenangan jaya atas musuh lamaNya yakni setan iblis. Juga hari kemenangan serta keunggulan ajaran kasih.

Sejak saat itu hukum kasih menjadi baku dan mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan pasti. Segala keragu-raguan tentang keampuhannya telah berlalu. Dengan kebangkitanNya, Kristus membuktikan bahwa Dialah Pemimpin kepada kehidupan yang benar.

Orang beriman tidak boleh kurang percaya lagi kepadaNya, sebab sejak saat itu, siapa yang tidak percaya akan dihukum, akandituduh terus oleh suara hatinya. Kalau ia bertobat, maka menikmati ampun. Tapi kalau tidak mau bertobat, suara hatinya akan terus mengungkit dia sampai akhirnya ia tidak bisa tahan, lalu binasa dalam keputusasaannya.

Kristus, Putera Bapa terkasih, adalah tanda keselamatan Bapa. Sebelum kebangkitanNya orang masih boleh bimbang. Tapi sesudah kebangkitanNya, tidak ada lagi waktu untuk bimbang, melainkan untuk mengambil sikap, yakni percaya dan melaksanakan ajaran kasihNya.

Dalam konteks itulah di ambang Hari Raya Paskah ini, Seks Sosial-Rohani kembali mengunjungi anda, namun sebatas kunjungan rohani sesuai adat kita yang ditentukan oleh sikon yang ada saat ini. Walau demikian, ia tidak mengecilkan nilai kasih, sebab di atas sikon yang sangat terbatas ia masih peduli akan anda, masih mengasihi anda dengan sikon anda yang terbatas pula.

Mari kita menggunakan kacamata iman, agar tidak timbul salah paham yang dapat merugikan kebersamaan kita yang rukun.

Semoga Kristus yang bangkit menerangi budi kita dengan terang kebangkitanNya, agar pola pikir kita sejalan dengan pola pikirNya yang ilahi, yang sungguh-sungguh benar, sehingga kita pun bisa merasakan adanya kebangkitan yang sejati dalam hidup kita.

Dengan demikian kita tidak akan kecewa dalam mengimaniNya hanya karena Ia tidak berlari dari salib berat, melainkan memikulnya dengan rela: “Kalau kita mati bersama Kristus, maka kita pun akan bangkit bersamaNya,: kata Kita Suci.

Nah, selamat menyongsong Hari Raya Paskah 2018. Mari bangkit bersama Kristus. Alleluia.

Patas, 11-3-2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *