Romo Benny Ditahbis Uskup Agung Semarang Jadi Imam Serikat Jesus

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Romo Benny (kiri) bersama Mgr Robertus

BALIEDITOR.COM – Setelah melalui perjuangan panjang dan penuh lika-liku, akhirnya Frater Benny Beatus Wetty, SJ, ditahbis menjadi imam (pastor/romo) Serikat Jesus, Rabu tanggal 31 Juli 2019.

Upacara misa tahbisan Pastor atau Romo Benny Beatus Wetty, SJ, bersama enam rekannya dilaksanakan di Gereja St Antonius Padua Kota Baru Jogjakarta.

Romo Benny bersama teman-temannya menerima Tahbisan Imam dari Mgr Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang.

Tema tahbisan yang diambil keenam pastor baru Serikat Jesus (SJ) itu adalah “Dalam Sukacita Kuwartakan Kasih-Mu”.

Enam pastor baru lainnya adalah Romo Agustinus Wahyu Dwi Anggoro, SJ; Romo Bernadus Christian Triyuda Prastowo, SJ; Romo Fransiskus Kristino Mari Asisi, SJ; Romo Harry Setianto Sunaryo, SJ; Romo Hendricus Satya Wening Pambudi, SJ; Romo Paulus Prabowo, SJ; dan Romo Rafael Mathando Hinganaday, SJ.

Sebenarnya pada tahbisan kali ini Keuskupan Denpasar yang sangat berbahagia karena dua pastor yang ditahbis Mgr Robertus berasal dari Keuskupan Denpasar yakni Romo Benny Beatus Wetty, SJ, dari Paroki St Paulus Singaraja, dan Romo Harry Setianto Sunaryo, SJ, berasal dari Paroki St Petrus Denpasar.

Sementara dari Singaraja, Bali, umat Katolik dari Kelompok Doa Maria Dolorosa (KDMD) binaan Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, mengirim 50 umat yang terdiri atas, anak dan remaja, Mudika/OMK, serta orang dewasa. Keberangkatan 50 umat perwakilan sesuai jatah yang diberikan panitia tahbisan kepada 7 pastor baru itu difasilitasi oleh pengurus KDMD yakni menyediakan transportasi alias bus gratis untuk perwakilan umat, sedangkan hotel dan konsumsi selama di Jogjakarta disediakan oleh keluarga besar Romo Benny.

Sementara dari Paroki St Paulus Singaraja sebagai induknya hanya mengirim Pastor Paroki Romo Hans bersama 4 pengurus DPP .

Hasil pengamatan Balieditor.com menyebutkan bahwa di antara 7 pastor baru peserta tahbisan, umat dan keluarga dari Romo Benny Beatus Wetty, SJ, paling banyak dan mengusai suasana misa. Mereka terdiri atas umat dari KDMD Singaraja Bali, umat dari paroki tempat Romo Benny menjalani prakteknya, keluarga dari Flores, Tabanan dan yang sudah berdomisili di Jojgakarta dan sekitarnya.

Umat dari KDMD Singaraja menjadi perhatian ribuan umat yang hadir karena berpakaian adat Bali. Akibatnya, peserta misa dari Singaraja menjadi bidikan utama kamera puluhan kamerawan yang meliput acara sakral tersebut.

Setelah upacara tahbis, akan dilanjutkan dengan upacara misa perdana. Untuk Romo Benny, upacara misa perdana akan dilaksanakan di daerah asal ayahandanya Drs Petrus Wetty di Paroki Keluarga Kudus Nazaret Were Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Selanjutnya Romo Benny usai ditahbis langsung diberi tugas di Keuskupan Agung Jakarta. (frs)
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *