Ruang Caleg Demokrat: Ingin Perbaiki Dana Pendidikan, I Gusti Ngurah Nyeneng Maju Sebagai Caleg

Foto Istimewa: I Gusti Ngurah Nyeneng, Caleg Demokrat No 11 dari Dapil 4

BALIEDITOR.COM – VOKALIS PGRI Buleleng turun gunung. Ia ingin memperbaiki sekaligus memperjuangkan dana pendidikan 20 persen dalam APBD Buleleng yang dinilai tidak adil.

Siapakah dia? DialahGusti Nyoman Nyeneng, 61. Tokoh pendidikan Bbuleleng yang bergerak di berbagai ormas LSM dan penggerak di PGRI Buleleng ini mulai merambah dunia politik agar bisa memperjuangkan anggaran pendidikan 20 persen yang masih megaburan itu.

Untuk itu, Gusti Nyeneng kini maju sebagai calon legislative (Caleg) melalui Partai Demokrat. Ia maju sebagai Caleg Partai Demokrat di Dapil 4 (Seririt Gerokgak) dengan nomor urut 11.

“Anggara pendidikan 20 persen itu masih tidak jelas karena gaji guru juga dimasukkan dalam 20 persen itu. Itu tidak benar karena gajih merupakan belanja tetap. Sedang 20 persen untuk pendidikan harus murni untuk pendidikan,” papar Gusti Nyeneng kepada Balieditor.com di kediamannya di Jalan Pulau Bali, Singaraja, Kamis (2/8/2018) siang.

Nah, untuk meluruskan itu maka langkah politik dibutuhkan untuk mengawal aspirasi masyarakat terutama memperjuangkan aspirasi pendidik setelah lama bergelut di NGO. Sesepuh yang murah senyum dan duduk sebagai sekretaris dan ketua di beberapa ormas ini mengaku bahwa jalur politik dibutuhkan menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dunia pendidikan adalah fondasi dan kesejahteraan adalah penopang kemakmuran masyarakat, ini adalah alat perjuangan dalam menciptakan regulasi. Saya ingin meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dimana komponennya tentu kesejahteraan pengajar, kelayakan tempat belajar yang ditunjang financial BOS,” urainya.

Kata dia, legislator itu dikenal istilah Washdog, dia harus mampu mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. “ Kita ingin mendorong pemerintah memberikan perhatian khusus dengan penambahan alokasi BOS di tingkat provinsi dan kabupaten hal ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran, selain itu kami maju juga ingin mensejahterakan masyarakat dengan pemberdayaan UKM, kelompok ternak, tani dan nelayan, sebagai pondasi mata pencaharian rakyat Buleleng,” tegas Gusti Nyeneng yang kini menjabat Sekretaris Pemuda Pancasila yang sejak tahun 1982 berprofesi sebagai pengajar.

Dikatakannya, Buleleng tidak memiliki SDA di bidang tambang, dengan meningkatkan mutu SDM maka Buleleng dengan jargonnya sebagai kota pendidikan menjadi andalannya.

“Garis kebijkan pemerintah itu harus concern di bidang pendidikan masalah gratis atau tidak kita targetnya tetap peningkatan kualitas SDM. Percuma gratis tapi kualitasnya tidak terserap dunia kerja, ciptakanlah SDM yang kompetitif di segala lini yang diakui dunia luar,” saran Ketua Komunitas Pemersatu Anak bangsa ini.

Gusti Nyeneng ini banyak menduduki pos-pos penting di bidang pemberdayaan dan LSM, menyatakan dirinya maju di Dapil IV dimana iap akan terus berjuang sehingga aspirasi masyarakat mampu diaktualisasikan ketika duduk sebagai anggota DPRD Buleleng nantinya.

Bagi kalangan pendidikan sebaiknya menjatuhkan pilihan kepada tokoh pendidikan ini bila anggaran 20 persen dalam APBD Buleleng benar-benar murni untuk pendidikan. Semoga! (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *