Ruang Caleg Demokrat: Putu Mardika, Mantan Ketua FPDIP Siap Lawan Bansos dengan Program

Foto Istimewa: Putu Mardika, caleg Demokrat dari Dapil Banjar-Busungbiu

BALIEDITOR.COM – SOSOK Putu Mardika sudah tidak asing lagi bagi public Buleleng. Tokoh muda Baliaga tepatnya dari Desa Pedawa, Kecamatan Banjar itu, sudah sangat popular di Bumi Panji Sakti.

Ia pernah menjadi andalan PDIP di wilayah Banjar dan sempat menjadi Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng periode 2009-2014. Ia juga sangat popular di kalangan pencinta bola voley, karena politisi berbadan tegak ini adalah pemain voli andalan Buleleng. Putu Ardi – sapaan akrabnya, kini menjabat Ketua Pengkab PBVSI Kabupaten Buleleng, Bali.

Kini Putu Ardi kembali bertarung di arena politik sebagai calon legislator (Caleg) untuk DPRD Buleleng, dari Dapil Banjar-Busungbiu. Apa kendaraan politik yang dipakai Putu Ardi? Putu Ardi maju lewat Partai Demokrat. Ia dikasih nomor urut 4 dari Dapil Banjar-Busungbiu.

Ia berobsesi untuk “merontokkan” mantan partainya di kawasan Baliaga yang juga sering disebut SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyuseri). “Saya pasti kalahkan calon PDIP di dapil saya. Karena masyarakat yang pernah saya bantu semuanya masih ingat saya kok,” papar Puu Ardi dengan nada penuh percaya diri.

Yang menarik, Putu Ardi merasa tertantang untuk mengalahkan caleg-caleg yang mengandalkan Bansos/Hibah. “Saya ingin membuktikan bahwa tanpa Bansos, saya bisa menang,” tandas Putu Ardi.

Caranya? “Kita adu program, yang saya ingin jual kepada masyarakat program bukan materi yang hanya sesaat itu. Makanya sekarang saya mau mendata permasalahan di desa-desa di Dapil saya. Karena dari permasalahan itulah saya akan membuat program yang akan dijadikan bahan kampanye saya dan Partai Demokrat,” urai Putu Ardi. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *