Rumah Tua Peninggalan Kolonial Belanda akan Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Foto Balieditor.com-ngr: Salah satu rumah tua peninggalan Belanda di Kota Singaraja yang tidak terawat dengan baik

Foto Balieditor.com-ngr: Salah satu rumah tua peninggalan Belanda di Kota Singaraja yang tidak terawat dengan baik

BALIEDITOR.COM – Keberadaan rumah tua peninggalan kolonial Belanda di zaman penjajahan, sangat banyak di Buleleng. Hingga saat ini rumah-rumah tua masih berdiri kokoh, dan ini bisa menjadi ciri khas Kabupaten Buleleng. Sebab, rumah tua yang ada di Buleleng mempunyai nilai historis tinggi.

Karena pada zaman Belanda, Buleleng merupakan pusat perdagangan dan pemerintahan. Pelabuhan Buleleng menjadi pelabuhan pertama di Bali saat itu.

Sayang, hingga kini bangunan-bangunan bersejarah yang menambahkan kekayaan budaya Buleleng belum mendapat perhatian serius dari Pemkab Buleleng. Dinas Kebudayaan (Disbud) menyadari hal itu dan dalam waktu dekat akan segera melakukan inventarisasi rumah-rumah tua peninggalan Belanda itu.

Kadisbud Buleleng, Drs Putu Tastra Wijaya, MM, kepada Balieditor.com di ruang kerjanya, Kamis (20/4/2017) menjelaskan bahwa untuk melakukan inventarisasi rumah-rumah tua peninggalan Belanda itu, Disbud Buleleng berencana akan membentuk tim khusus.

Kadisbud Tastra Wijaya mengatakan, rumah tua yang dimiliki Buleleng harus dilestarikan dan dirawat dengan benar. Sebab, cukup banyak nilai-nilai historis yang terkandung dalam peninggalan rumah tua tersebut.

“Kami akan segera membentuk tim untuk mencari data faktual, tentang keberadaan rumah tua yang ada di Buleleng. Karena di Bali, di Kota Singaraja paling banyak diwarisi rumah tua peninggalan kolonial, sehingga ini perlu diperhatikan,” jelas Tastra Wijaya.

“Banyak ada di Singaraja (Rumah Tua, red). Kenapa tidak direnovasi? Hal ini karena, bangunan-bangunan itu yang direnovasi milik Pemerintah atau yang sudah menjadi milik Pemerintah. Kalau tidak milik Pemerintah, kecuali itu masuk Cagar Budaya, baru kami bisa renovasi,” tambahnya.

Untuk itu ke depan, Tastra Wijaya mengaku, akan melakukan invetarisir bangunan tua peninggalan Belanda tersebut untuk selanjutnya dapat usulkan sebagai cagar budaya. Sehingga, mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat atau daerah untuk perawatan rumah tua yang ada di Buleleng.

“Untuk program tahun depan, kami akan segera invetarisir rumah atau bangunan tua yang ada di Buleleng, untuk kami usulkan sebagai cagar budaya. Sehingga, akan mendapatkan bantuan dari Kementerian, untuk perawatan rumah tua itu,” pungkas Tastra Wijaya. (frs/ngr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *