Sakit Tak Sembuh, Depresi, Wistana Gantung Diri di Kabel Listrik

Foto Balieditor.com-ngr: Jenazah Wistana

BALIEDITOR.COM – Gara-gara penyakit yang dideritanya tidak sembuh, Nengah Wistana, 51, depresi, lalu putus asa dan gantung diri di kabel listrik yang tersanggka pohon cengkeh.

Wistana yang warga Banjar Pengadengan, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, itu ditemukan sudah tidak bernyawa Selasa (10/7/2018) pagi sekitar pukul 06.00 wita.

Korban ditemukan tergantung pada kabel listrik tersangga di dahan pohon cengkeh. Jasad Wistana pertama kali ditemukan tergantung oleh Ketut Widarma, 40, di kebun milik Kadek Amika.

Saat itu saksi Widarma sudah menemukan ada seseorang yang tewas tergantung pada sebuah kabel listrik yang tersangga dahan pohon cengkeh di kebun milik Amika. Sontak temuan mayat itu, membuat saksi Widarma kaget. Saksi Widarma langsung memberitahu ke Wayan Sukasmi, 45, tentang temuan mayat itu.

Mereka bersama warga setempat langsung mendatangi lokasi, untuk mengecek. Saat dicek, ternyata mayat yang tewas gantung diri itu diketahui bernama Nengah Wistana. Temuan mayat ini langsung dilaporkan ke Mapolsek Busungbiu.

“Memang benar ada laporan temuan mayat. Anggota yang menerima laporan, sudah ke lokasi untuk melakukan olah TKP termasuk mengevakuasi jenazah korban. Korban ditemukan gantung diri menggunakan selendang kain warna coklat yang diikat dengan tali plastik warna biru,” ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng, AKP Made Sri Utami Dewi, Selasa (10/7/2018).

Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Busungbiu, lanjut Sri Utami, korban murni tewas akibat gantung diri. Sebab, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan, hanya ditemukan ciri-ciri orang gantung diri. Korban tergantung, dengan jarak kaki dengan tanah setinggi 53 centimeter,” jelas Sri Utami.

Berdasarkan keterangan keluarga korban diperoleh informasi bahwa sebelum korban tewas gantung diri, korban sempat mengeluh sakit yang tak kunjung sembuh. Sehingga kuat dugaan sementara, korban nekat melakukan aksi bunuh diri lantaran depresi sakit yang diderita tak kunjung sembuh.

“Penyebab gantung diri diduga depresi karena penyakit saraf yang dideritanya sejak 2 bulan lalu tak kunjung sembuh. Sebelumnya, korban mengeluh tidak bisa tidur dan merasakan panas pada perut. Korban sering berobat tapi tidak sembuh serta korban sering mengaku pasrah akan penyakitnya tersebut,” pungkas Sri Utami.

Dari pihak keluarga korban saat ini sudah mengikhlaskan kepergian korban Wistana yang tewas dengan gantung diri. Mereka sudah menerima kenyataan tersebut. Sehingga, tidak keberatan kepada siapapun. Keluarga korban pun sudah membuat pernyataan, yang mempertegas untuk menerima kejadian ini dengan tidak menuntut siapapun. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *