Salome: Pelaku Salome Ngaku Suka Sama Suka, Karena Sudah ML Saat Hari Raya Galungan

Ilustrasi

Ilustrasi

BALIEDITOR.COM – Kepolisian Sektor Gerokgak belum dapat membuktikan adanya unsur perkosaan dalam peristiwa Salome (Satu Lobang Rame-Rame) seperti yang dilaporkan gadis berinisal Mur, 17, warga Banjar Dinas Sumberpao, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Kamis (6/4/2017) lalu.

Kapolsek Gerokgak Kompol Gusti Alit Putra dalam keterangannya, Jumat (7/4/2017) mengatakan, pihaknya menemukan banyak kejanggalan dalam laporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga orang pemuda di tempat kerja Mur. ”Pemeriksaan awal belum dapat kami simpulkan laporan itu pemerkosaan. Namun kami tengah melakukan pendalaman dan cross check kepada pelaku dan korban. Memang pemeriksaan awal kami menemukan ada kejanggalan,” jelas Alit Putra seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawaijaya.

Sebelumnya, tiga pemuda asal Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak dilaporkan telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis di toko Sarifa, milik Yuliati, di Banjar Dinas Sumberpao, Desa Sumberkima,Kamis (6/4/2017) sekitar pukul 14.00 wita.

Berdasarkan laporan korban yang diantar orang tuanya, diduga tiga remaja tanggung yang diketahui bernama Junaidi alias Mohammad Ibrahim, Hilal dan Rizal Romadhon, 17, berpura-pura hendak membeli kopi.Tanpa ada kecurigaan korban lantas ke belakang mempersiapkan pesanan sembari mencuci gelas.

Namun saat tengah mempersipakan pesanan pelaku diduga Ibrahim,mengikuti korban dan dengan cepat membekap korban lantas menyeretnya ke kamar mandi. Dua orang lainnya, Hilal dan Romadhon memilintir tangan korban kebelakang dan memaksa membuka celana dalam korban hingga robek.Sambil menutup mata korban,ketiganya kemudian dengan leluasa memperkosa korban secara bergiliran.

Menurut Kapolsek Alit Putra, saat melapor korban diantar orang tuanya melaporkan adanya dugaan pemerkosaan itu. Begitu mendapat laporan, polisi langsung bergerak dengan menciduk semua yang dilaporkan sebagai pelaku.

”Untuk sementara belum ada pengakuan dari para terlapor.Bahkan,dari preforma ketiganya kaget ditangkap atas tuduhan pemerkosaan,”imbuhnya.

Pengakuan terlapor, kata Alit Putra, mereka melakukannya atas dasar suka sama suka karena sebelumnya mereka juga melakukan hal yang sama melakukan persetubuhan. ”Itu dilakukan saat Hari Raya Galungan, itu pengakuan salah satu dari terlapor,” ceritanya.

Untuk sementara kepolisian masih terus melakukan pendalaman atas kasus itu termasuk menelisik adanya perobekan celana dalam yang dikenakan korban dengan menggunakan gunting hingga menunggu hasil visum dari RSUD Singaraja.

”Kami masih kumpulkan barang bukti dan pemeriksaan saksi-saksi termasuk menunggu hasil visum dari rumah sakit.Yang jelas untuk sementara kami belum dapat simpulkan bahwa kasus tersebut adalah pemerkosaan,”tandasnya. (cha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *