Sangat Spektakuler! Penutupan Liga PSSI Buleleng Diwarnai Pesta Kembang Api

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Pesta Kembang api meriahkan penutupan Liga PSSI Buleleng

BALIEDITOR.COM – Luar biasa dan spektakuler acara penutupan Liga Askab PSSI Buleleng musim kompetisi 2018. Ya, acara penutupan yang digelar di Stadion Mayor Metra Singaraja, Bali, Sabtu (20/10/2018) malam itu sangat heboh.

Acara penyerahan hadiah Piala Bergilir kepada Sang Juara Liga 1 PSSI Buleleng, Putra Selayar FC dari Kampung Baru, Singaraja, diwarnai dengan atraksi pesta kembang api.

Puluhan ribu penonton yang setia mengikuti pertandingan final Liga 1 antara Putra Selayar FC versus Forkal FC dari Desa Kalibukbuk, Lovina, hingga acara penutupan itu, dibuat terkagum-kagum oleh hebohnya acara penutupan yang begitu gemerlap bahkan ini merupakan satu-satu di Bali.

Karena selama ini tidak acara penutupan olaraga yang dibuat semeriah dan seheboh ini.

Begitu Piala Bergilir diserahkan Kadisdipora Buleleng Drs Gede Suyasa, M.Pd, yang juga Ketua Umum Askab PSSI Buleleng mewakili Bupati Putu Agus Suradnyana dan diterima sang kapten Joni Artha Sentosa, atraksi kembang api pun dimulai. Ini merupakan kejutan karena panitia pelaksana tidak pernah menginformasikan kehebohan acara penutupan itu kepada para peserta kompetisi liga, bahkan sejumlah petinggi Askab PSSI Buleleng termasuk Ketua Umum Askab PSSI Bulelneg Drs Gede Suyasa, M.Pd, pun tidak tahu.

Begitu atraksi kembang api dimulai, Suyasa kagum dan hanya bisa tersenyum. Suyasa bersama Ketua Umum KONI Nyoman Artha Widnyana dan jajaran pengurus KONI Buleleng menikmati kemeriahan acara penutupan yang sengaja didisain secara khusus dan isitmewa itu.

Begitu kembang api dinyalakan dan suara kembang api meledak sahut-sahutan, para pemain, penonton dan para pencinta olahraga berteriak-teriak kegirangan sambil berfoto ria dengan panggung yang dirias dengan warna-warni cahaya yang dihasilkan kembang api itu.

“Luar biasa… suskes, sukses,” ucap Suyasa dengan mata berkaca-kaca melihat acara penutupan yang begitu spektakular itu.

Suyasa malah mengklaim bahwa acara penutupan kompetisi Liga Askab PSSI Buleleng 2018 ini merupakan yang terheboh dan terbaik yang pernah ada di Bali. “Ini paling bagus dan paling baik. Ini heboh sekali. Di provinsi (Bali) saja tidak ada seperti ini (pangung dengan back drop dan kembang api). Hanya berdiri di tengah lapangan serahkan piala selesai,” ujar Suyasa.

Bukan hanya itu, di Porprov Bali di Gianyar 2017 lalu pun, kata Suyasa, penutupannya jauh kalah meriha dari yang digelar panitia kompetisi Liga PSSI Buleleng kali ini. “Porprov saja tidak seperti ini,” ungkapnya.

“Saya salut kepada panitia Liga yang telah menyiapkan acara penutupan dengan begitu spektakular seperti ini. Saya terima kepada teman-teman. Luar biasa suksesnya,” ucap Suyasa sambil memberi acungan jempol.

Suyasa menyatakan bahwa kemeriahan acara penutupan itu juga sebagai sebuah kehormatan bagi para juara liga kali. “Selain hadiah besar, mereka juga diperlakukan istimewa dengan pesta kembang api itu,” pungkas Suyasa.

Bagaimana tanggapan penonton? “Tidak nyangka bisa heboh seperti ini. Ini luar biasa. Kayak penutupan ASEAN Games,” ujar Suardika, seorang penonton yang begitu kagum dengan acara itu.

Ada penonton lain yang menyarankan agar tahun depan panitia liga PSSI Buleleng bisa menampilkan artis penyanyi di acara puncak penutupan liga. “Kalau bisa tahun depan panitia datang artis. Pasti lebih meriah. Artis itu tampil setelah penyerahan hadiah. Penonton pasti menunggu artisnya tampil. Jadi pasti menunggu,” ujar Junior memberi saran didukung oleh penonton lain, Linda. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *