Selasa Depan, PUPR Buleleng Mulai Perbaiki Jembatan Sepang

Foto Dok Balieditor.com: Jembatan Sepang yang kondisinya rusak berat

BALIEDITOR.COM – Jembatan penghubung Desa Sepang dengan Desa Sepang Kelod Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, yang rusak berat tampaknya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Setelah jembatan yang kondisinya cukup membahayakan pengguna jalan karena kayu landasan jembatan sudah lapuk hingga menyebabkan aspal retak-retak dan berlubang, diberitakan Balieditor.com.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan segera memperbaiki jembatan tersebut. Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala Dinas PU Ketut Suparta Wijaya,ST saat dikonfirmasi via telepon oleh BidPKP Kominfosandi Buleleng, Kamis (20/9/2018). Suparta pun tidak menampik akan keadaan jembatan tersebut. Pihakanya mengatakan akan memperbaiki jembatan itu pada hari Selasa depan (25/9/2018).

“Selasa depan kita sudah mulai perbaikannya. Kita akan mengganti landasan jembatan yang berbahan papan kayu yang sudah keropos, lalu selanjutnya akan diaspal” jelas Kadis PUPR Suparta Wijaya seperti dikutip Balieditor.com dari press release yang dikirim BidPKP Kominfsosandi Buleleng, Kamis (20/9/2018), pukul 14.14 wita.

Menurutnya, jembatan itu memang sudah tua, sehingga kayu-kayunya sudah mulai keropos. Ia mengatakan perbaikan jembatan tersebut memang tidak mudah. Ini dikarenakan susahnya mendapatkan bahan-bahan di pasaran.

“Kita siapkan dulu kayunya, karena itu memakai kayu jenis ulin. Memang di pasaran sulit untuk didapatkan. Tapi kita sudah siapkan semua,” jelasnya.

Kadis Suparta Wijaya menambahkan, bahan yang diperlukan sudah siap sehingga pengerjaan bisa dimulai secepatnya. Dia mengungkapkan, dana untuk perbaikan jembatan disiapkan sebesar Rp 10 juta yang diambil dari dana pemeliharaan rutin jalan. Ia mengatakan perbaikan jembatan tidak memerlukan waktu yang lama.

“Nanti yang memperbaiki jembatannya tenaga harian kita. Jadi perbaikannya tidak sampai seminggu, paling cuma lima hari sudah selesai,” janji Kadis Suparta Wijaya.

Seperti diketahui, kondisi jembatan tersebut memang cukup mengkhawatirkan. Jembatan yang menjadi jalur penghubung kedua desa ini, terdapat banyak lubang dan aspal yang retak. Lubang itu telah ditutup oleh warga secara gotongroyong dengan menggunakan semen. Namun, masyarakat takut jembatan itu amblas jika tidak segera diperbaiki. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *