Seminar Nasional: OJK Kasih Tips untuk Bedakan Investasi Bodong

Foto Balieditor.com-frs: Hermanto sedang menyampaikan materi seminar di hadapa 500-an warga Kecamatan Gerokgak

BALIEDITOR.COM – Lembaga-lembaga keuangan yang menjadi mitra kerja Komisi XI DPR RI patut berbangga dan berterima kasih. Ini lantaran anggota Komisi XI Tutik Kusuma Wardhani tidak henti-hentinya mensosialisasikan lembaga mitra kerja itu kepada masyarakat di pelosok desa.

Seperti Sabtu (23/3/2019) di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, Tutik Kusuma Wardhani mengajak OJK menggelar seminar nasional bertempat di lapangan futsal Patas dengan tema “Tugas dan Wewenang OJK Dalam Industri Keuangan”.

Hebatnya lagi, Bunda Tutik – sapaan akrab srikandi Demokrat – itu mampu menghadirkan sedikitnya 500 warga mengiktui seminar nasional yang dipandu oleh mantan Asisten II Setkab Buleleng Drs, Ida Bagus Geriastika.

Tampil sebagai narasumber seminar nasional itu adalah I Nyoman Hermanto Darmawan, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen merangkap Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Regional VIII Bali-Nursa.

Pasa kesempatan itu pejabat kelahiran Gianyar, Bali, itu menjelaskan panjang lebar tentang tugas dan wewenang OJK. Bukan hanya itu, OJK juga memberi tips membedakan investasi legal dan investasi illegal alias bodong.

Hermanto menjelaskan bahwa sebagai lembaga independen yang bebas dari campur tangan pihak lain, OJK memiliki fungsi, tugas dan wewenang dalam menyelenggarakan sistem pengaturan dan juga pengawasansecara terintegrasi terhadap segala kegiatan yang ada dalam sektor jasa keuangan.

Kata dia, fungsi tersebut mulai dari pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan juga penyidikan. Lembaga ini diharapkan dapat mengatur dan mengawasi pasar modal, lembaga keuangan dan juga bank. Selain itu dalam segi perlingungan konsumen OJK memiliki program khusus untuk para konsumen industri jasa keuangan.

“Fungsi OJK ada tiga yaitu pengawasan, pengaturan dan perlindungan konsumen. Selain perbankan, pasar modal dan industry keuangan non-bank ada juga BPJS juga di bawah pengawasan OJK. Bukan saja pengawasan terhadap industry keuangan tetapi juga terhadao nasabah dari industry keuangan tersebut,” papar Hermanto.

Bagaimana membedakan investasi legal dan illegal? Ada dua hal sebagai indicator investasi itu legal atau illegal alias bodong, Yakni aspek legalitas investasi itu serta aspek logisnya. “Aspek logisnya itu apakah bunga yang ditawarkan itu masuk akal apa nggak. Untuk mengetahui logis atau ngga tinggal bapak-ibu banding dengan bunga resmi dari bank. Kala bunga yang ditawarkan lebih tinggi dari bank maka itu investasi bodong,” ujar Hermanto memberikan tips.

Menjawb pertanyaan dari masyarakat, Hermanto menjelaskan bahwa LPD dan Koperasi bukan di bawah pengawasan OJK. “LPD di bawah pengawasan Bank BPD sedangkan Koperasi di bawah Kementerian Koperasi dan UMKM,” jelasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *