Seririt ‘Darurat Maling’, Kasus Pencurian Menggila, Curi Burung Lima Ditangkap

Foto Balieditor.com-cha: Maling burung di Seririt

Foto Balieditor.com-cha: Maling burung di Seririt

BALIEDITOR.COM – Belakangan kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Seririt, Buleleng, Bali, kian marak.Banyak terjadi kasus pencurian dengan menyasar perumahan maupun pertokoan.Hal itu membuat warga prihatin.Jika tidak diantisipasi diduga kasus itu akan semakin marak menjelang akhir tahun.

Kasus teranyar adalah laporan pencurian dengan cara membobol toko terjadi di jalan Raya Tangguwisia, Seririt. Tak tanggung-tanggung dua toko dibobol sekaligus dengan nilai kerugian tidak sedikit.

Pemilik Apotek Ganesha Parma 2, Agus Budi, 32, warga Pemaron, Buleleng mengaku kehilangan uang tunai sebesar Rp 21,6 juta beserta 1 unit HP.

Sedangkan Dedi Arimbawa, 38, warga Banjar Dinas Banyualit, Desa Kalibukbuk, Buleleng, pemilik rumah makan De Kaori Kantin mengaku total kerugian akibat rumah makannya dibobol maling sebeser Rp 10 juta.

Keterangan korban di Polsek Seririt menyebutkan, pihaknya mengetahui apoteknya dibobol setelah mendapat laporan karyawan yang hendak membuka apotek sekitar pukul 07.30 wita,Rabu (27/12/2017).

”Isi toko diacak-acak setelah berhasil membobol gembok berlapis didepan toko,”ungkapnya.

Kat,a Budi, apotek miliknya memiliki pintu pengaman berlapis dengan pagar tinggi dari depan toko.Pelaku membongkar teralis samping barat dan mematikan listrik sebelum melakukan aksinya.”Saya heran padahal di sekiling toko ramai namun maling berhasil membobol pintu dengan gembok yang cukup kuat,”imbuhnya.

Sedangkan rumah makan Dedi Arimbawa dibobol melalui pintu belakang yang menyatu dengan Apotek Ganesha. ”Pintu samping dicongkel dan maling dengan leluasa masuk mengambil uang tunai,dua unit HP tablet dan peralatan efek guitar.Total kerugian saya sebesar Rp 21,6 juta,” ungkapnya.

Kasus yang sama juga dilaporkan menimpa sebuah toko di Jalan Gajah Mada Seririt, Rabu (27/12/2017). Pemilik belum melaporkan peristiwa itu dan masih sedang mendata jumlah kerugian.

Sebelumnya,Selasa (26/12/2017) pencurian juga terjadi di Jalan Udayana Seririt yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 10 juta. Dua ayam aduan berhasil dibawa lari pencuri dan kasus tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian.

Sementara itu, Polsek Seririt berhasil membongkar jaringan spesialis pencuri burung yang beraksi di sebuah toko Jalan Sudirman Seririt,Selasa (19/12/2017) lalu. Tak tanggung-tanggung pelaku berjumlah 5 orang berhasil dibekuk dari tempat yang berbeda.

Kapolsek Seririt Kompol Loudwyik Tapilaha,SIK seizin Kapolres Buleleng AKBP.Suratno,SIK, Rabu (27/12/2017) membenarkan penangkapan lima pelaku pencurian burung tersebut.

”Kelimanya kami tangkap berdasarkan informasi masyarakat. Dalam waktu tiga hari para pelaku kami tangkap bersama sejumlah barang bukti,” jelas Loudwiyk.

Peristiwa pencurian dengan nilai kerugian ditaksir Rp 100 juta itu terjadi di Toko Vafe Jalan Sudirman Seririt, Selasa (19/12/2017). Korbannya adalah Wayan Anton Wijaya, 33, warga Banjar Dinas Tegallenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, melaporkan tokonya dibobol dengan kehilangan sejumlah barang. Seperti 5 ekor burung jenis Punglor,dua ekor burung jenis Lovebird, dua buah rokok vape dengan ratusan botol liquid.

”Kami mendapat laporan disebuah rumah banyak terdapat botol liquid dan berdasarkan informasi itu kami kembangkan dan kemudian berhasil membekuk para pelaku yang berjumlah lima orang,” jelasnya didampingi Kanit Reskrim Iptu Abdul Azis.

Para pelaku yang dibekuk itu adalah Kadek Pustaka Jaya Kusuma alias Kembung, 18, warga Jalan Nakula Seririt, Ida Bagus Aria Wibawa alias Uneng, 22, warga Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Gusti Bagus Ardana alias Ewel, 17, warga Banjar Dinas Bukit Sakti, Desa Lokapksa, Kecamatan Seririt. Dan dua pelaku masih dibawah umur masing-masing Ketut Roni Yasa alias Roni, 16, dan Putu Dharma Pratama alias Janoko, 15, berstatus pelajar kelas X disebuah SMA, keduanya warga Desa Patemon,Seririt.

“Kelima pelaku masih ada yang di bawah umur. Sejumlah BB yang berhasil kami amankan satu ekor burung lovebird,15 botol liquid vape,dua buah vape,dua unit sepeda motor dan sebuah obeng.Pelaku sudah kami amankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Pelaku diancam hukuman tujuh tahun penjara dijerat dengan pasal 363 ayat 3 E,4 E dan 5 E KUHP.

Sedangkan kasus pencurian seperti yang dilaporkan warga, AKP Loudwyik mengaku tengah melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah barang bukti termasuk memeriksa CCTV yang terdapat di TKP Apotek Ganesha Parma 2.

”Untuk kasus pencurian yang dilaporkan kami bersama anggota tengah melakukan pengumpulan data termasuk melaukan olah TKP. Saya berharap masyarakat bekerja sama engan kami untuk bersama-sama mengungkap kasus pencurian ini,” tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *