Seru Kasus Tanah Batu Ampar: Pelapor Kembali Datangi KPK, Serahkan Bukti Baru

Foto Istimewa: Gede Suardana di KPK Jumat 14 September 2018

BALIEDITOR.COM – Makin seru saja kasus tanah Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Di saat Pemkab Buleleng mencari sela untuk melapor tiga media online ke Polda Bali karena diduga beritanya telah menyudutkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, di waktu yang hampir bersamaan, lawannya yakni pelapor Gede Suardana dari LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK) pun kembali bermanuver.

Jumat (14/9/2018) pagi sekitar pukul 9.30 WIB atau 10.30 WITA, Suardana kembali mendatangi KPK. Ternyata kehadiran Suardana ke lembaga antirasuah untuk menyerahkan bukti baru tentang kasus tanah Batu Ampar kepada KPK.

Suardana yang dihubungi Balieditor.com, Jumat (14/9/2018) siang menyatakan bahwa kedatangannya ke KPK ada dua tujuan. Pertama, ingin mengecek perkembangan penanganan kasus tanah Batu Ampar yang dilaporkannya pada Februari 2018 lalu.

“Saya datang ke KPK untuk menindaklanjuti laporan saya pada bulan Februari. Pertama tujuan saya untuk KPK berapa jauh yang saya cetak oleh KPK,” ujar Suardana dari Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018).

Kedua, kata Suardana, untuk menyerahkan data baru atau data tambahan ke KPK. Suardana menyebutkan bahwa data baru atau data tambahan tersebut sudah diterima dan tterdaftar di KPK dengan tanda bukti laporan agenda nomor: 2018-09-000081.

“Tadi sudah diperlihatkan oleh bagian Humas. Beliau melihat data dan informasi yang masih ada. Kami ingin agar KPK tidak perlu sampai ke Jakarta,” jelasnya.

Suardana berharap KPK tidak boleh main-main dengan laporannya tersebut dan dia berharap lembaga antirasuah itu segera menuntaskan kasus tersebut. “Saya harapan KPK menyelesaikan kasus ini karena tidak terlalu lama berlarut larut. Kalau makin lama gejolak di masyarakat makin panas. Karena masyarakat juga butuh kepastian hukum,” katanya.
Menariknya kehadiran di KPK Jumat (14/9/2018) menjadi perhatian media nasional dan internasional. Bahkan sejumlah media online yang hendak dilaporkan Pemkab Buleleng ke Polda Bali pun tetap gencar memberitakan kehadiran Suardana seperti fajar.co.id. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *