Seru Kasus Tanah Batu Ampar: Pengacara Pemkab Buleleng Bilang Data Hoax

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Gede Indria (kanan) saat berada di Polda Bali

BALIEDITOR.COM – Makin seru bertarungan antara pelapor Gede Suardana versus Pemkab Buleleng, Bali. Kini giliran Pemkab Buleleng yang menyerang Suardana.

Salah satu anggota tim kuasa hukum Gede Indria, SH, saat dikonfirmasi Balieditor.com Jumat (14/9/2018) petang pukul 18.49 wita terkait penyerahan data baru atau data tambahan oleh Gede Suardana ke KPK Jumat (14/9/2018) pagi, menuding bahwa data yang dibawa Gede Suardana dari LSM FPMK adalah data hoax.

“Kalau saya melihat data yang dibawa Suardana itu adalah data hoax. Kalau ahok kan bagus, ini pasti data hoax,” tandas Gede Indria dengan nada tegas via telpon.

Gede Indria menegaskan bahwa semua data yang dimiliki lawan-lawan Pemkab Buleleng dalam kasus tanah Batu Ampar adalah hoax. Alasannya, karena dua kali digugat oleh penggugat yang sama (masyarakat, red), dua kali pula dimenangkan oleh Pemkab Buleleng.

“Semuanya itu hoax karena Pemkab Buleleng sudah memiliki dua keputusan pengadilan dan MA yang menang. Dua kali digugat oleh orang yang sama, dua kali pula dimenangkan oleh Pemkab Buleleng,” tegas pengacara senior yang pernah menjadi anggota DPRD Bali periode 1999-2004 itu.

Bahkan Gede Indria menyebutkan bahwa di atas tanah sengketa itu salah satu pembelinya bernama Nyoman Tirtawan. “Dalam keputusan MA kan disebutkan bahwa pembelinya Tirtawan. Saya tidak tahu Tirtawan yang mana. Tetapi jelas dalam putusan MA sebut nama Tirtawan,” bebernya.

Ia pun memaparkan bahwa tim KPK pernah datang ke Buleleng dan menemui sejumlah pejabat di Pemkab Buleleng. Termasuk Kabid Aset BKD Buleleng. “Tim KPK sudah pernah datang ke Buleleng dan bertemu Kabid Aset. Kabid Aset sudah memberikan semua bukti keputusan pengadilan kepada tim KPK. Jadi tidak ada masasalah lagi,” pungkas Gede Indria. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *