Siapkan Lahan 10 Hektare, Pejarakan Siap Kembangkan Pertanian Jeruk

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Rombongan Buleleng di Tanggerang

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Rombongan Buleleng di Tanggerang

BALIEDITOR.COM – Perbekel Desa Pejarakan,Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Made Astawa, mengatakan bahwa ia telah menyiapkan lahan seluas 10 hektar untuk pertanian jeruk.

Astawa menyampaikan itu di sela mengikuti acara melali alias studi bamding ke Tanggerang, Banten bersama Wakil Bupati Nyoman Sutjidra dan Ketua DPRD Buleleng,Gede Supriatna serta puluhan perbekel dan lurah se Buleleng, Kamis (12/4/2018).

Tak hanya jeruk namun komiditi lain termasuk bawang merah juga telah disiapkan.Astawa mengaku lahan pertanian diwilayahnya cukup luas namun tidak dimanfaatkan maksimal mengingat ia tidak banyak tahu terkait perkembangan pertanian di Buleleng.

”Lahan pertanian kami cukup luas namun gagal dimanfaatkan karena tidak ada mekanisme jelas soal mata rantai pertanian hingga pasca panen,”jelas Astawa kemarin.

Menurutnya, selama ini warga Desa Pejarakan sudah mulai mengembangkan tanaman jeruk dan komoditi lainnya untuk dikembangkan menjadi agrowisata.Tanaman buah yang sedang dikemabangkan itu seperti jambu kistal, anggur, manga, klengkeng dan jambu merah. Hanya saja ia mengaku masih bingung soal pemasaran pasca panen.

”Kesulitan kami dipasca panen kemana dipasarkan.Dulu ada tanaman anggur dan tidak berkembang karena kesulitan pemasaran,”imbuhnya.

Kata dia, usai melakukan studi banding, pihaknya akan melakukan pola kemitraan untuk menjaga kestabilan hasil pertanian termasuk berimtra terkait pasca panen.

”Kami akan gunakan dana desa untuk membantu petani menyiapkan bibit dan pasca panen terutama pemasaran kami akan terapkan pola kerjasama tentu bersama Dinas Pertanian Buleleng,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertaniana (Ka-Distan) Kabupaten Buleleng,Nyoman Genep mengaku baru akan melakukan pemetaan untuk melihat potensi pertanian di masing-masing desa untuk menyukseskan konsep mentereng ‘one village one product’.

Hal itu, menurutnya, untuk persiapan Buleleng akan membangun kerjasama dengan perushaan yang akan menampung hasil pertanian pasca panen.

“Kita akan bangun kerjasama dengan salah satu perusahaan yang telah berpengalaman menangani masalah pertanian terutama buah.Nah,kita mesti tahu dulu berapa luas lahan pertanian yang akan kita kerjasamakan,” katanya.

Terkait mengajak para perbekel melakukan sudi banding,Genep mengatakan untuk menambah pengetahuan para perbekel dibidang pertanian terutama pasca panen.”Kita tengah mencoba menggali potensi yang akan dikembangkan di Buleleng nanti,”ujarnya.

Untuk diketahui,komitmen Pemkab Buleleng mengembangkan sektor pertanian terkait dengan janji politik Putu Agus Suradnyan dan Nyoman Sutjidra untuk lebih berkonsenrasi membangun sektor pertanian.Seperti data yang dilansir Humas Pemkab Buleleng menyebut,tahun 2017 anggaran untuk menggenjot sector pertanian sebesar Rp.13.596.306.296.

Anggaran itu untuk peningkatan produksi pertanian/perkebunan, program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan, program peningkatan produksi hasil peternakan, program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, program peningkatan kesejahteraan petani, dan program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan.

Sedang di tahun 2018 anggaran untuk pertanian meningkat menjadi Rp 22.073.085.735.Anggaran sebesar itu digunakan Distan untuk membuat kebijakan yang sejalan dengan janji Agus Suradnyana meningkatkan produksi pertanian.

Diantaranya, Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna yaitu pemuliaan padi lokal Sudaji dan Beras Merah Munduk bekerjasama dengan BATAN, pengembangan varietas padi unggul varietas Sidenuk, Mustaban, Cierang, IR 64, dan Cigeulis yang memiliki produksi tinggi, umur pendek, serta rasa nasi pulen yang juga bekerjasama dengan BATAN dan pengembangan benih pisang kultur lokal jaringan bebas penyakit seperti pisang Udak, Ketip, Gedang Saba, dan kayu.

“Pertanian Buleleng memiliki keungulan yang tidak kalah dengan daerah lain.Dan ini nanti yang akan kita kembangkan sebagai produk lokal unggulan untuk bisa bersaing dengan produk diluar Buleleng dan Bali,” pungkasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *