Sidang Sengketa Pilkada Buleleng: KPU Tawarkan Opsi 3 Desa Verfak Ulang, SURYA Menolak, Minta Tetap 14 Desa

Foto Balieditor.com-ngr: Kandidat bupati Dewa Nyoman Sukrawan (kiri) sedang berbincang dengan Agus Sapuyra kuasa hukum termohon KPU Bulelleng usai sidang

Foto Balieditor.com-ngr: Kandidat bupati Dewa Nyoman Sukrawan (kiri) sedang berbincang dengan Agus Sapuyra kuasa hukum termohon KPU Bulelleng usai sidang

BALIEDITOR.COM – Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilkada Buleleng, antara pasangan kandidat independen Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya (SURYA) selaku pemohon versus KPU Buleleng selaku termohon, mulai memasuki tahap musyawarah antar kedua belah pihak dihadapan Majelis Musyawarah, pada Kamis (3/11/2016).

Musyawarah yang dipimpin Putu Sugi Ardana berjalan dengan tertutup dan berlangsung cukup alot, dari pukul 09.00 wita hingga 15.00 wita. Namun tidak membuahkan hasil alias tidak menemukan titik temu. Sebab, baik dari pemohon ataupun pihak termohon sama-sama bersikukuh atas penawaran opsi yang ditawarkan dalam musyawarah tersebut.

Yang menarik, dalam musyawarah tersebut KPU Buleleng sudah memberikan opsi penawaran kepada pihak pemohon. KPU mulai membuka ruang untuk dilakukan verifikasi faktual (Verfak) ulang di 3 desa yakni, Desa Bila, Desa Mengening, dan Kelurahan Banjar Jawa.

Diterimakah pemohon? Ternyata tidak. Begitu mengetahui lawannya mulai lemah dengan terlebihdahulu menawarkan verfak ulang, pemohon yang sudah merasa di atas angin langsung menolak opsi yang ditawarkan termohon KPU Bulelneg itu.

Pemohon tim advokasi SURYA tetap pada pendiriannya bahwa verfak harus dilakukan di 14 desa yang memang sebelumnya tidak tersentuh verfak karena berbagai situasi.

Kandiidat Bupati Dewa Nyoman Sukrawan dengan tegas menolak opsi yang ditawarkan KPU Buleleng. Menurut Sukrawan, ada 14 desa yang tak terverifikasi. Sedangkan, Kelurahan Banjar Jawa dan Desa Mengening, hanya dua desa dari 14 Desa dimaksud, di luar Desa Bila yang memang kesalahan ada di KPU Buleleng.

“Ini belum ada titik temu, sesuai yang kami inginkan. KPU berikan ruang 3 desa verifikasi ulang, padahal menurut saya ada 14 Desa yang tidak diverifikasi. Bahkan 148 Desa/Kelurahan semua diintervensi dengan jelas, sehingga terjadi masalah ini. Kalau kemarin kami membawa saksi dari dua desa dan itu tidak menjadi acuan, masih ada tempat lain,” tegas Sukrawan.
Sukrawan pun menyebutkan, ada beberapa dukungan di 3 Desa yang ditawarkan KPU Buleleng untuk dilakukan verifikasi ulang, diantaranya di Desa Bila ada sekitar 46 dukungan, Desa Mengening ada sekitar 19 dukungan, dan di Kelurahan Banjar Jawa ada sekitar 300 lebih dukungan.

“Kami tidak melihat jumlah dukungan, tapi kami melihat hak konstitusi masyarakat. Makanya, kami tidak setuju atas apa yang ditawarkan KPU, mungkin besok atau dua hari sudah ada keputusan,” ungkap Sukrawan.

KPU Buleleng melalui kuasa hukum Agus Saputra mengakui bahwa adanya keteledoran. Bahkan secara terbuka ia mengakui bahwa di desa tiga yakni Bila, Mengening, dan Kelurahan Banjar Jawa ada intimidasi sehingga verfak tidak berjalan.

“Musyawarah tadi dimediatori oleh Pimpinan Musyawarah. Prinsipnya, kami menjungjung tinggi penegakan hukum dan hak konstitusi warga serta etika penyelenggara pemilihan. Beberapa usulan Pemohon kami tidak terima semua, hanya ada 3 desa kami terima di Bila itu karena menjaga etika kami, kemudian di Banjar Jawa ada indikasi intimidasi, dan di Desa Mengening ada indikasi intimidasi,” kata Kuasa Hukum KPU Buleleng, Agus Saputra.

Artinya, KPU Buleleng hanya memberikan ruang untuk khusus di 2 desa dari 14 desa yang tak terverifikasi sebelumnya, dapat dilakukan verifikasi ulang. Ada 12 desa yang ternyata tidak bisa diakomodir oleh KPU Buleleng. Padahal, kasus yang terjadi di 12 desa sama dengan 2 Desa yang diberikan ruang oleh KPU, namun bedanya terletak pada LO yang mundur.

“Desa-desa nol itu karena LO-nya tidak ada, kami tidak bisa akomodir dan itu tidak mengena pada prinsip ketiga yang kamj sebutkan itu. KPU sudah menyelengarakan dengan benar dan jika tidak puas keputusan ini, kami siap melayani,” jelas Agus Saputra. (frs/ngr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *