Soal Buldozer Sumur SMAN/K BM: Wagub Sudikerta, “Jangan Infrastruktur Dirusak”

Foto Balieditor.com-frs: Wagub Bali, Ketut Sudikerta

Foto Balieditor.com-frs: Wagub Bali, Ketut Sudikerta

BALIEDITOR.COM – Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, pun sempat terkejut dengan rencana pengerusakan yang akan dilakukan pihak Desa Adat Kubutambahan. Sudikerta sangat menyayangkan kebutuhan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak kemudian dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Tidak elok rasanya dan marilah kita sadarkan diri. Infrastruktur tidak bisa berbicara, tidak bisa bersuara. Jangan infrastruktur dirusak dan kalau ada masalah, mari kita selesaikan masalah itu secara jernih. Duduk bersama sehingga persoalan itu bisa ada solusi,” kata Sudikerta.

Dikonfirmasi terkait dengan dalih adanya Perda RT/RW oleh Warkadea, Wagub yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali menegaskan kembali untuk melakukan musyawarah duduk bersama.

“Perda itu kan dibuat oleh manusia. Manusia itu kamponen-komponen dari pemerintah. Pelaksana-pelaksana daripada pemerintahan. Kalau ada peraturan yang salah maka harus kita selaraskan. Harus kita perbaiki sehingga dalam implementasinya mudah, baik masyarakat yang bisa memanfaatkan dan pemerintah yang bisa melaksanakan,” pungkas Sudikerta.

Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Kubutambahan, AKP I Komang Sura Maryantika, mengatakan sudah melakukan pengawasan terhadap alat berat yang sejak kemarin terperosok di kubangan aliran sungai.

Alat berat berupa buldozer milik Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Buleleng yang rencana awal akan digunakan untuk menghancurkan bangunan tempat meditasi di atas tanah milik Jro Sandi termasuk yang rencana digunakan menghancurkan rumah sumber mata air SMAN/SMKN Bali Mandara itu pun belum berhasil diangkat.

“Dari kemarin belum bisa diangkat dan informasi yang saya dengar dari laporan anggota, kondisinya malah makin terbenam karena berat. Harus dievakuasi dengan alat berat pula dan belum ada laporan dari anggota Polsek (Kubutambahan) yang menginformasikan pengangkatan alat berat itu,” pungkasnya dari balik telepon seluler. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *