Sosialisasi dan Coaching Clinic e-SAKIP di Buleleng Resmi Ditutup

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Peserta sosialisasi ikuti coaching clinic SAKIP

BALIEDITOR.COM – Setelah berlangsung selama dua hari dari hari Kamis (19/7/2018) sampai dengan Jumat (20/7/2018), sosialisasi dan coaching clinic penerapan Elektronik Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (e-SAKIP) resmi ditutup.

Dengan sosialisasi dan coaching clinic ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menargetkan peningkatan nilai SAKIP.

Target peningkatan tersebut diungkapkan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Buleleng, Made Arya Sukerta, SH.,MH saat ditemui usai menutup secara resmi sosialisasi dan coaching clinic e-SAKIP yang diberikan oleh Kepala Bagian Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur Daerah Setda Kota Bandung, Medi Mahendra, AP, S.Sos.,M.Si di Rumah Makan Rangon Sunset, Jumat (20/7/2018).

Made Arya Sukerta menjelaskan nilai SAKIP dari penilaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang telah diajukan tahun lalu, Pemkab Buleleng meraih nilai B. Nilai SAKIP yang memperoleh B tersebut merupakan tertinggi di Bali. Tentunya semua pihak bangga terhadap prestasi tersebut. Namun, kebanggaan tersebut tidak boleh menyurutkan semangat untuk terus bekerja. “Kita tidak boleh berhenti pada prestasi ini. Kita harus terus kembangkan LAKIP yang telah kita buat,” jelasnya.

Disinggung mengenai target penilaian pada tahun 2018 ini, mantan orang nomor satu di Dinas Perhubungan ini menyebutkan tentunya ada peningkatan yang terjadi dibanding tahun yang lalu. Peningkatan tersebut bisa memperoleh nilai BB bahkan ke AA. Oleh karena itu, diadakan sosialisasi dan coaching clinic ini sehingga bisa menyisir satu per satu SAKIP yang telah dibuat oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Buleleng dan dimana yang harus diperbaiki.

“Harapan ke depan tentu laporan akuntabilitas kinerja yang akan dinilai pada bulan Agustus 2018 berada di atas nilai B. Untuk sementara target kita mendapat nilai BB,” ujar Arya Sukerta.

Sementara itu, Medi Mahendra selaku narasumber mengatakan pemanfaatan e-SAKIP ini merupakan salah satu inovasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk menyelesaikan sebuah proses laporan kinerja yang diawali dari proses perencanaan, pengukuran, pelaporan, monitoring dan evaluasi. Dengan proses ini diharapkan ke depan berbagai visi misi Pemkab Buleleng bisa diwujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng. Sehingga dengan pemanfaatan aplikasi ini, segala bentuk kendala ataupun persoalan yang dihadapi oleh para kasubbag perencanaan bisa terselesaikan secara cepat dan baik. “Pemanfaatan aplikasi e-SAKIP ini bisa mempermudah dan mempercepat pekerjaan kita untuk memulai proses pelaporan kinerja,” ujarnya.

Dia menambahkan, aplikasi e-SAKIP ini mampu mengintegrasikan semua proses pelaporan kinerja sehinggan nanti outputnya bisa menghasilkan sebuah laporan akuntabilitas kinerja yang berujung pada upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Karena, sambung dia, jika ke depan pemerintah sudah mampu menyelenggarakan pemerintahan yang lebih efisien dan efektif, pendekatan program itu tidak berorientasi pada output semata, malainkan justru pada outcome atau hasilnya.

“Setiap uang yang kita alokasikan untuk bisa membiayai pelaksanaan program-program pemerintah betul-betul berorientasi kepada hasil guna meningkatkan kebermanfaatan yang sebesar-besarnya bagi kepentingan masyarakat Buleleng,” pungkas Medi Mahendra. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *