Sumber Air SMA/SMK Bali Mandara Dibuldozer Desa Pakraman Kubutambahan? Buldozer Jatuh ke Jurang

Foto -Foto Balieditor.com-frs: Gubrnur Mangku Pastika memberikan keterangan pers

Foto -Foto Balieditor.com-frs: Gubrnur Mangku Pastika memberikan keterangan pers

BALIEDITOR.COM – Kunjungan Gubernur Bali Komjenpol (Purn) Made Mangku Pastika ke Buleleng disambut dengan sebuah insiden tidak simpatik. Ya, sebuah insiden yang membuat perasaan Gubernur Mangku Pastika dan seluruh civitas akademik SMAN/SMKN Bali Mandara terluka.

Kok bisa? Ya, sumber air yang berasal dari sumur bor milik SMA Bali Mandara, di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, rencana dibuldozer oleh Kelian Adat Desa Pakraman Desa Kubutambahan.

Aksi “koboi” yang bakal mengganggu keberadaan SMAN/SMKN Bali Mandara itu dilaporkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali, Cok Istri Ayu Tia Kusuma Wardani, kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika usai memberikan kuliah khusus di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Sabtu (8/10/2016).

“Tadi pagi dari Bendesa Pakraman (Kubutambahan) sudah menyiapkan untuk melakukan pembersihan sungai dengan membawa kendaraan berat buldozer. Artinya prosesi tersebut sudah menjadi kesepakatan Desa Pakraman terkait dengan pembersihan alur sungai di sebelah yang merupakan batas dari Pura Penegil Dharma,” ujar Kusuma Wardani kepada wartawan.

Nah, kata dia, dari ruas sungai yang dibersihkan ada sumber air yang selama ini digunakan oleh SMAN/ SMKN Bali Mandara. Lokasi pusat sumber air yang dipakai oleh Desa Pakraman adalah masuk daerah ruas sungai.

Atas rencana Desa Pakraman yang akan merusak sumber air tersebut, Tia bersama Kepala Sekolah SMA dan SMK Bali Mandara akhirnya mendatangi kegiatan tersebut. Dan setelah bertemu dengan Kelian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Ketut Warkaeia akhirnya meminta agar sumber air dari sumur bor tersebut tidak dirusak.

“Khusus untuk sumber air tersebut (milik SMAN/SMKN Bali Mandara) tidak dirusak sampai akhir bulan Desember (2016). Tadi sudah bertemu langsung dan akhirnya disepakati diberikan waktu sampai akhir bulan Desember,” beber Tia.

img_20161008_160143

Sementara, sumber mata air milik masyarakat yang memasang sumur bor di kawasan sungai tetap dilakukan pengerusakan dengan menggunakan alat berat.
Tia mengakui lokasi sumber air yang digunakan oleh sekolah Bali Mandara memang keberadaannya menjorok kearah sungai. Akan tetapi, jika sumber air dari mata sumur bor dirusak maka anak-anak asal keluarga miskin yang bersekolah di SMAN/SMKN Bali Mandara tentu akan mempengaruhi kebutuhan air anak-anak.

Apa reaksi Gubernur? Mendengar laporan itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika sontak terkejut. Ia pun mengaku akan segera melakukan komunikasi dengan pihak Kelian Adat Pakraman Kubutambahan.

“Itu sumber air buat anak-anak (SMAN/SMKN Bali Mandara). Saya juga nggak ngerti persisnya maunya apa. Itu kan kebanggaan Indonesia. Kan harusnya bangga Desa Kubutambahan punya sekolah seperti. Tadi buldosernya (yang merusak) jatuh ke jurang. Jadi agak aneh, untuk apa sih itu (pengerusakan). Itu (Sekolah) untuk keluarga miskin dan orang Buleleng paling banyak hampir 40 persen,” ujar Pastika yang sebelumnya tampak kesal dengan sikap Desa Pakraman Kubutambahan.

Pastika mengaku akan segera mengkomunikasikan dengan baik terkait rencana perusakan sumber air milik sekolah yang khusus untuk keluarga miskin di Bali. Pastika pun mempertanyakan apa maksud dari Desa Pakraman Kubutambahan.

Kelian Desa Pakraman Kubutambahan, Jro Ketut Warkadea, yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan rencana pengerusakan terhadap sumber mata air bor yang menjadi mata air bersih satu-satunya untuk SMA/SMK Bali Mandara.

“Itu kan melanggar sepadan sungai (Sumber air sumur bor). Sesuai dengan Perda RT/RW kan jarak tiga meter dari sepadan sungai. Masak sumur bornya di tengah sungai. Sungai itu petirtaan dari Pura Penegil Dharma. Karena diminta waktu untuk mencari sumber air lain, maka kita berikan,” pungkas Warkadea. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *