Supriatna Bakal Ketua DPRD Buleleng Lagi, Susila Umbara Terancam Gigit Jari

Foto Ist: Gede Supriatna bakal kembali menjabat Ketua DPRD Buleleng periode 2019-2024

BALIEDITOR.COM – Keberhasilan PDIP meraih 18 kuesi di DPRD Buleleng, Bali, dengan raihan suara mencapai 157.617 bakal mengantar PDIP mempertahankan kursi DPRD Buleleng.

Posisi jabatan Ketua DPRD Buleleng, dipastikan tetap menjadi milik Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna, SH, untuk masa bakti 2019 sampai dengan 2024 mendatang.

Peluang Supriatna untuk kembali menduduki kursi Ketua DPRD Buleleng sangat besar, meskipun hal itu tergantung rekomendasi DPP PDIP.

Supriatna yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPRD Buleleng mengaku, menyerahkan sepenuhnya posisi Ketua DPRD Buleleng kepada mekanisme partai.

Meski demikian Supriatna tidak menampik, jika merujuk pada aturan DPP terdahulu, maka struktural partai yang memiliki prioritas menempati posisi ketua.

“Itu tergantung penilaian DPP saja, tapi bila melihat aturan partai yang dahulu, struktural partai yang memiliki peluang untuk menampati sebagai ketua dewan tersebut, namun semuanya tergantung penilaian DPP,” kata Supriatna belum lama ini.

Sementara beberapa parpol yang meraih jumlah kursi signifikan di parlemen pada Pileg 17 April 2019 lalu juga bakal mendapat jatah kursi pimpinan dewan terutama jabatan wakil ketua dewan.

Di dewan Buleleng tersedia tiga kursi wakil ketua dewan. Tiga parpol yang dipastikan mendapat jatah kursi wakil ketua dewan adalah Golkar, Gerindra, san NasDem.

Sementara dua parpol yang periode 2014-2019 mendapat jatah kursi wakil ketua dewan harus rela melepas jabatan itu. Kedua parpol yang anjlok suaranya dan kehilanagn jabatan prestisius itu adalah Hanura dan Demokrat.

Posisi wakil ketua I DPRD Buleleng diprediksi menjadi milik Partai Golkar. Sayang incumbent wakil ketua dewan dari Golkar Ketut Susila Umbara, SH, terancam. Ia bakal digantikan oleh Sekretaris DPD Golkar Buleleng Nyoman Gede Wandira Adi, yang sebelumnya menjabat Ketua Fraksi Golkar. Konon DPD Golkar Buleleng memiliki catatan kinerja Susila Umbara yang kurang baik sehingga ia terancam gigit jari alias tidak lagi dikasih jabatan wakil ketua dewan oleh induk partainya.

Informasi diterima, sesuai aturan di internal Golkar, posisi jabatan pimpinan dewan diutamakan bagi anggota fraksi dari pengurus partai, yakni KSB (Ketua, Sekretaris dan Bndahara). Susila Umbara sebelumnya adalah Ketua Harian Golkar Buleleng saat Golkar Bulrleng dipimpin Nyoman Sugawa Korry, namun dalam kepengurusan saat ini, Susila Umbara yang seorang pengacara itu tidak mendapat jabatan di tiga eliet Golkar yakni KSB.

Dalam Pileg 2019, Partai Golkar berhasil menempati posisi kedua dengan raihan sebanyak 61.995 suara dan memperoleh 7 kursi dari total 45 kursi dewan Buleleng.

Bagaimana tanggapan Wandira? Lagi-lagi hanya jawaban klasik yang diberikan politisi Golkar dari Dapil Kota Singaraja itu, bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya terhadap partai. “Sebagai kader harus ikuti. Kalau sesuai aturan yang dulu, iya (sesuai struktural partai). Lihat nanti, apapun keputusan DPP,” ujar Wandira Adi ketika ditemui saat pleno hasil Pemilu 2019 tingkat Kabupaten di Lovina.

Sementara untuk dua jatah kursi wakil ketua yang tersisa, baik itu Wakil Ketua II dan III bakal diperebutkan oleh Hanura, Gerindra, dan NasDem, yang sama-sama mengumpulkan 5 kursi. Tapi diprediksi, Wakil Ketua II bakal dipegang Gerindra dan Wakil Ketua III akan dipegang NasDem. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *