SURYA 2017: Kader-KaderSenior PDIP Nyatakan Dukungan ke SURYA

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Pertemuan Kader Senior PDIP Mendeklarasaikan Dukungan Bagi SURYA

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Pertemuan Kader Senior PDIP Mendeklarasaikan Dukungan Bagi SURYA

BALIEDITOR.COM – Pesona kader militan PDIP Dewa Nyoman Sukrawan yang kini maju sebagai kandidat bupati lewat jalur independen bersama tokoh Partai Demokrat Gede Dharma Widjaya, sungguh luar biasa.

Sebagai bukti para tokoh PDIP senior yang tidak duduk di struktural partai secara resmi mendaklarasikan diri bergabung dan mendukung Dewa Nyoman Sukrawan sebagai kandidat bupati dalam pesta demokrasi masyarakat Buleleng 15 Februari 2017 mendatang.

Para tokoh senior nan lawas PDIP yang mengalihkan dukungan kepada Paket SURYA antara lain Komang Banjar (anggota DPRD Bali), Made Arga Pynatih (mantan wabup Buleleng), I Made Suweja (mantan ketua Komisi C DPRD Buleleng), I Gusti Ketut Oktayana, I Putu Sumitra Jaya, Gede Christiawan, I Made Dana, Made Seputra, Ketut Suartika alias Nyok dan masih banyak tokoh senior darikalangan muslim.

dscf7529

Dalam pernyataan sikap para tokoh senior PDIP itu menyatakan bahwa pola pembangunan Buleleng yang dikenal dengan motto 12 PAS gagal diimplementasikan. Penilaiuan mereka itu didasarkan atas tingginya kerusakan infrastruktur di desa seperti jalan dan jembatan,, meningkatnya angka kemiskinan hingga 35 persen.

“Pembangunan hanya sebats site plan dan papan nama. Hasil pembangunan seperti Tugu Jagaraga, Kolam Renang Pidade, jalan provnisi dan lain-lain adalah buah perencanaan dari bupati sebelumnya (Bupati Putu Bagiada),” tulis mereka dalam pernyataan sikapnya.

Para kader senior PDIP itu juga menyoroti festival-festival yang marak diadakag Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Wabup Nyoman Sutjidra. Bagi para kader senior itu bahwa festival-festival yang menelan dana cukup tinggi itu tidak menimbulkan kemajuan apa-apa di Buleleng. “Bulelen dibangun atas 37 festival yang menyedot APBD dan dana pihak ketiga lainnya, yang tidak menimbulkan kemajuan berarti bagi Buleleng,” kritik mereka.

Di butir ketiga disebutkan, “Kader PDIP Buleleng menyayangkan kader struktural banyak diambil penyelenggaran negara, padahal bertentangan dengan aturan hukum baik UU Politik mapun UU Desa.”

Sebagai partai wong cilik, tulis mereka, kader PDIP juga memilik hak menetukan sikap sebagai kader partai maupun masyarakat Buleleng dalam memilih bupati dan wakil bupati yang sesuai dengan kriteria serta pilihan rakyat.

“Atas dasar tersebut maka kami kader PDIP, bersama-sama atas kesadaran dan kepedulian terhadap pembangunan dan kemajuan Buleleng di masa mendatang maka dengan ini menyatakan, ’memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada Dewa Nyoman Sukrawan sebagai Bupati Buleleng 2017-2002’,” tulis para kader senior PDIP itu.

Di bagian akhir pernyataan sikap, mereka menulis, “Atas keputusan kami di atas menghimbau kepada jajaran struktural partai dari Anak Ranting, Ranting, PAC, DPC, DPD, DPP Partai, agar menghormati keputusan kami selaku kader partai non-struktural.” (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *