SURYA 2017: Kampanye Terbuka SURYA di Desa Bebetin Disambut Meriah Masyarakat

Foto Balieditor.com-ngr: SURYA gelar kampanye di Desa Bebetin

Foto Balieditor.com-ngr: SURYA gelar kampanye di Desa Bebetin

BALIEDITOR.COM – Pasangan nomot urut satu Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya (SURYA) dari jalur perseorangan didukung Golkar, Demokrat, PKS, yang tergabung dalam Koalisi Buleleng Mandara (KBM), menggelar Kampanye Terbuka di Dusun Batang, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, Rabu (4/1/2017).

Ratusan warga setempat ikut dalam kampanye terbuka yang digelar pasangan SURYA. Program Kesehatan, Pendidikan, dan Lapangan Pekerjaan yang dibalut menjadi “Program Tridatu”, dipaparkan dalam kampanye tersebut. Masyarakat begitu antusias mendengarkan, pemaparan program-program yang menjadi unggulan SURYA.

“Kami memang sangat harapkan terlahir pemimpin yang seperti ini. Programnya simpel, tapi mencakup semua kebutuhan masyarakat,” kata Sunaya, salah seorang warga yang ikut dalam Kampanye Terbuka SURYA.

Dalam kampanye tersebut hadir juga tokoh sentral dari Golkar diantaranya, Sekretaris DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Ketua DPD II Golkar Buleleng, Putu Singyen, dan beberapa kader Golkar lainnya.

Usai menggelar kampanye terbuka, Dewa Sukrawan mengatakan, antusias masyarakat Desa Bebetin memang sangat besar terhadap pasangan SURYA. “Antusias warga Desa Bebetin, tinggi. Semua hadir mendengar program kami. Mudah-mudahan masyarakat bisa sadar, dengan adanya perubahan, mereka bisa memenangkan SURYA di Pilkada Buleleng nanti,” kata Sukrawan.

Menurut Sukrawan, program-program yang dipaparkan merupakan program yang menyatu dengan Program Provinsi dan Pusat. Bahkan dijelaskan Sukrawan, adanya ketimpangan pembangunan antara Bali Utara dengan Bali Selatan yang selama ini hangat dibicarakan, adalah salah satu contoh kurang harmonisnya program Kabupaten dengan program Provinsi dan Pusat.

“Ketimpangan yang terjadi karena selama ini terlalu memetingkan diri sendiri. Program itu harus menyatu, apapun program Pusat, Provinsi, dan Kabupaten, harus disatukan dan sejalan. Hubungan harmonis antara Bupati dan Gubernur juga harus terjalin baik, jika tidak baik maka kesinkronan program tidak jalan dan berimbas pada masyarakat,” ungkap Sukrawan. (ngr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *