Sutrisna Ciptakan “Hatttrick” Jabat Kelian Desa Adat Pakraman Buleleng

Foto Istimewa: Pengukuhan Kelian Desa Adat Buleleng

Foto Istimewa: Pengukuhan Kelian Desa Adat Buleleng

BALIEDITOR.COM – Nyoman Sutrisna menciptakan “hattrick” menjabat Kelian Desa Adat Pakraman Buleleng.

Kadis Pariwisata Buleleng, Bali, itu kembali dikukuhkan pada Sabtu (10/2/2018) oleh Ketua Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Kecamatan Buleleng. Kelian Desa Adat Pakraman Buleleng yang dijabat Nyoman Sutrisna, dilantik berdasarkan Surat keputusan Ketua MADP Kecamatan Buleleng, Ketut Sutana bernomor 002/SK/MADP-BLL/II/2018 tentang pengesahan Kelian dan prajuru Desa Adat Pakraman Buleleng Kecamatan Buleleng masa bakti 2018-2023.

Pengukuhan dan pelantikan ini, diawali dengan upacara mejaya-jaya yang dikuti oleh pengurus baru desa adat Pakraman Buleleng, di Pura desa Adat Pakraman Buleleng, yang dipimpin Jro Mangku Kahyangan Tiga Desa Adat Pakraman Buleleng. Usai mejaya-jaya, kegiatan pengukuhan dan pelantikan, digelar di Sekretariat Desa Adat Pakraman Buleleng.

Ketua MADP Kecamatan Buleleng, Ketut Sutana mengatakan, jabatan klian desa adat ini, adalah amanah dari krama Buleleng.

“Jabatan klian desa adat ini, bekerja tanpa hasil. Apalagi ditengah arus globalisasi, sekarang seorang klian adat itu harus bisa mengendalikan kramanya untuk tetap mempertahankan budaya bali,” kata Sutana.

Ketua panitia pengukuhan dan pelantikan klian desa adat pakraman Buleleng, Made Wirtana menjelaskan, pemilihan Kelian Desa Adat Buleleng sesuai awig-awig Desa Pakraman Buleleng yang menyatakan kelian desa adat Buleleng dipilih dan berasal dari krama, dengan masa bakti selama lima tahun dan dapat dipilih kembali.

“Kelian desa pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna, terpilih untuk yang ketiga kalinya dalam pemilihan krama Tridatu desa adat Pakraman Buleleng tanggal 1 Januari 2018 di Pura desa adat Pakraman Buleleng,” ungkap Wirtana.

Camat Buleleng, Dewa Made Ardika sangat yakin dengan kepimpinan klian desa adat Buleleng ini, mengingat yang Nyoman Sutrisna terpilih untuk yang ketiga kalinya. Terpenting, tugas seorang Klian Adat harus bisa bersama-sama untuk menjaga keamanan desa Pakraman.

“Desa Pakraman Buleleng memiliki 14 banjar adat dan hidup dalam lingkungan heterogen di perkotaan. Di pilgub ini, kelian desa adat diharapkan bersama-sama menjaga kondusifitas desa adat Buleleng,” jelas Dewa Ardika.

Sementara Kelian Desa Adat Pakraman Buleleng, Nyoman Sutrisna menjelaskan, program kedepan yang diutamakannya yakni, untuk memberdayakan krama. Diantaranya, melalui pelatihan-pelatihan kepada stekholder terkait seperti pecalang, sarati dan lainnya. Selain itu perbaikan Pura kahyangan tiga, setra adat di desa Pakraman Buelelng serta bantuan kepada banjar-banjar adat akan terus diupayakan.

“Desa adat Buleleng juga akan berupaya melakukan terobosan melalui kerjasama dengan pihak ketiga. Sehingga, bisa mendongkrak sumber pendanaan desa adat Buleleng,” pungkas Sutrisna. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *