Takut Anaknya Ditembak Polisi Gadungan, Petani Tertipu Rp 3 Juta

Foto Balieditor.com-cha: Saat korban usai menyadari telah ditipu mentah-mentah dan
di sebuah Minimarket di Kelurahan Seririt

BALIEDITOR.COM – Waspadalah! Bentuk penipuan melalui jaringan handphone makin marak.

Warga dengan starata sosial beragam pun sudah banyak yang menjadi korban.

Seperti seorang petani di Desa Banyuseri,Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, ia terpaksa merelakan uangnya Rp 1 juta melayang setelah seseorang yang mengaku polisi menipunya melalui sambungan telepon.

Penipu berdalih, anak korban mengalami kecelakaan lalu lintas dan berusuran dengan pihak kepolisan. Warga bernama Nyoman Maradana,40, bersama istrinya hanya bisa pasrah karena telah ditipu dan berencana melaporkan kasus itu ke polisi.

Peristiwa itu berawal,pada Senin (22/4/2019) sekitar pukul 22.00 wita korban menerima telepon dari anaknya yang berkerja di sebuah hotel di Denpasar akan keluar untuk mencari makan setelah pulang dari bekerja.Tidak lama berselang,korban kembali menerima telepon dari seseorang yang mengaku anggota kepolisian yang mengabarkan anaknya terlibat lakalantas.Anaknya bernama Putu Wija dikabarkan menabrak anak kecil dengan kondisi luka cukup parah.

Agar anaknya terhindar dari masalah,korban yang sehari-hari sebagai petani itu diminta mentransfer sejumlah uang ke rekening yang dikirim pelaku sebanyak Rp 3 juta.Korban sempat diancam anaknya akan ditembak jika tidak segera mengirimkan uang yang diminta pelaku.

Penipu yang berkedok polisi itu mendramitisir dengan memperdengarkan suara tangisan yang disebutnya anak korban melalui nomor handphone 081375329695.

”Anak saya akan ditembak kalau tidak segera mengirimkan uang seperti diminta pelaku,”tutur Maradana.

Tidak berpanjang kata,korban bersama istrinya lantas bergegas mencari tempat untuk melakukan transfer uang sesuai permintaan pelaku.

Disebuah minimarket di Kelurahan Seririt,berjarak 7 kilomter dari rumahnya,korban berusaha mengirimkan uang tersebut melalui Norek BRI 063701038578507,Atas nama Horidin Rakuti,namun gagal.Akhirnya pelaku meminta agar korban mengirimkan pulsa sebesar Rp 2 juta.Dua kali pengiriman pertama masing-masing sebesar Rp 500 ribu telah terkirim ke nomor pelaku.

Saat akan mengirim dua kali berikutnya,petugas minimarket curiga dan menanyakan pulsa tersebut dikirim kepada siapa. Setelah dijelaskan,pegawai yang bernama Indriyani, 21,lantas berkesimpulan bahwa korban mengalami penipuan.Atas saran Indriyani,korban diminta mematikan handphone dan menggunakan nama lain untuk menghubungi anaknya di Denpasar. Benar saja,anaknya itu baik-baik saja dan tidak mengalami lakalantas seperti dikabarkan oleh pelaku.Sadar dirinya ditipu mentah-mentah,korban beserta istrinya terhenyak dan tidak menyangka menjadi korban penipuan.

”Saya panik makanya mau melakukan apa saja seperti yang diminta pelaku.Mungkin setelah ini saya akan lapor polisi,”kata Maradana.

Sementara,Indriyani mengaku sudah sering melihat orang ditipu seperti itu sehingga ia langsung curiga saat korban membeli pulsa handphone dalam jumlah banyak.

”Begitu bapak itu (Maradana,red) membeli pulsa lumyan banyak,langsung saya yakin kalau bapak ini sedang ditipu.Makanya saya minta matikan hp dan langsung hubungi anaknya.Benar saja,bapak itu tertipu dan beruntung pengiriman pulsa berikutnya dapat digagalkan,”ucapnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *