Terima Uang Palsu, Nasabah BRI Lapor Polisi

Foto Balieditor.com-cha: Kantor Bank BRI unit Seririt tempat salah satu nasabah komplain setelah menerima uang palsu saat mencairkan dana sebesar Rp 50 juta.

BALIEDITOR.COM – Waspadalah! Waspadalah! Saat ini modus kejahatan transaksi perbankan dilakukan dengan berbagai cara,salah satunya menggunakan uang palsu (upal) untuk mengelabui korbannya.

Seperti yang dialami salah satu nasabah Bank BRI Unit Seririt, Buleleng, Bali. Uang yang diterima dari kasir bank ternyata terselip uang palsu.Tak hanya satu,namun berjumlah puluhan,nasabah yang merupakan seorang sulinggih kemudian komplain kepada pihak bank dan diganti dengan pecahan aseli.

Hanya saja,masalah kemudian muncul tatkala sudah berada keluar dari bank dan menghitung uangnya kembali.Tidak disangka,masih ditemukan uang pecahan Rp 100 ribu-an dengan jumlah yang tak sedikit.Ia pun kembali complain kepada pihak bank namun ditolak.

Atas penolakan itu,nasabah tersebut lebih memilih melaporkan kasus itu kepada polisi.

Kapolsek Seririt, Kompol I Wayan Suka membenarkan. Menurutnya,ada salah seorang nasabah BRI Unit Seririt, Senin (8/7/2019) lalu melapor atas kerugian yang didapatnya setelah melakukan transaksi di bank.

Kerugian itu, kata Kompol Suka,saat mencairkan uang di bank terdapat puluhan upal yang terselip diantara tumpukan uang sebanyak Rp 50 juta yang ia terima dari kasir BRI Unit Seririt.

”Pada saat itu, nasabah tersebut mencairkan uang sebanyak Rp 50 juta dan didalamnya terselip puluhan upal. Ia pun komplain dan pihak bank menggantinya sesuai nominal yang diduga palsu itu,” jelas Kompol Suka seizin Kapolres Buleleng, AKBP Suratno, Rabu (10/7/2019).

Hanya saja masalah kemudian mucul sesampai yang bersangkutan tiba dirumahnya. Nasabah yang merupakan salah satu tokoh agama itu memeriksa kembali uang yang diterima dari bank. ”Dan benar, ditemukan kembali lembaran upal dalam jumlah signifikan. Dan ia kembali ke bank namun pihak bank menolak. Atas kerugian yang dideritanya itu,kemudian melapor ke polisi,” imbuhnya.

Menurut Suka, pihkanya kini tengah mendalami kasus tersebut dengan melakukan penyelidikan awal.Saksi pelapor sudah dimintai keterangan termasuk menyita sebagai barang bukti beberapa lembar upal pecahan Rp 100 ribu-an,” ungkapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi atas kasus itu, Kepala Kantor Bank BRI Unit Seririt, Dodo Pontjo S tidak menampiknya. Bahkan membenarkan kasus dugaan upal tersebut terjadi di bank yang ia pimpin.Hanya saja, Dodo mengaku tidak berwenang memberikan penjelasan lebih jauh karena akan ditangani oleh para legal dikantornya.

”Saya tidak berwenang memberikan keterangan atas kasus dugaan upal itu.Dan kasus itu diambil alih oleh Kantor Cabang,” ucapnya.

Didesak soal mekanisme pengawasan transaksi,Dodo mengatakan,pihaknya memiliki standar pengawasan yang cukup ketat untuk memeriksa lali lintas keuangan, baik uang masuk maupun keluar.

”Soal mekanisme pengawasan tentu kami punya,tapi kami belum tahu masalah yang sebenarnya sehingga tidak bisa memberikan informasi pasti,” tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *