Ternyata Saat Aniaya Mantan Kelian Adat, Ariawan Sedang Fly Narkoba

Foto Istimewa: Tersangka Gede Ariawan yang juga jaringan mafia Narkoba

BALIEDITOR.COM – Perlahan tapi pasti, penyidik Polsek Sawan, Buleleng, Bali, mengungkap latar belakang aksi brutal preman kampung, Gede Ariawan, 38, terhadap mantan kelian adat Desa Pakraman Sangsit, Made Subakti, 64.

Preman kampung yang beralamat di Banjar Dinas Peken, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, itu ternyata ketahuan sebagai anggota jaringan mafia Narkoba di kawasan itu. Ariawan diduga karena mengalami paranoid akibat mengkonsumsi narkoba alias sedang fly, saat menganiaya korban Subakti, yang beralamat Banjar Dinas Seme Desa Sangsit itu.

Kapolsek Sawan AKP Made Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, Minggu (18/11/2018) akhir pekan lalu mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pendalaman, aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban bermotif dendam karena tidak lagi dipekerjakan korban, dan saat kejadian pelaku mengalami paranoid akibat mengkonsumsi narkoba.

”Selain keterangan saksi korban, motif juga terungkap dari pengakuan pelaku dan tes urine dari pelaku yang dinyatakan positif mengandung narkoba,” tegasnya.

Kini Ariawan, sang preman kampong dan gembong Narkoba wilayah Sawan itu terjerat dalam dua kasus. Yakni kasus penganiayaan dan kasus narkoba.

Perbuatan Ariawan “Two-in-One” itu mengantarnya ke menginap di hotel prodeo Mapolsek Sawan di Sangsit. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *