Terungkap Misteri Kematian, Polisi Bilang Gede Ari Bunuh Diri

Foto Istimewa: Korban Gede Ari yang dibilang bunuh diri oleh polisi

BALIEDITOR.COM – Misteri kematian Gede Ari Artawan, 18, asal Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, terungkap.

Gede Ari yang ditemukan membusuk dalam mobil di kawasan Pantai Penimbangan, Singaraja, pada Kamis (7/6/2018) lalu itu oleh polisi dinyatakan bunuh diri dengan menenggak potasium sianida. Diduga korban nekat bunuh diri karena terlilit hutang.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengatakan, korban dinyatakan tewas bunuh diri dari hasil penyelidikan anggota polisi termasuk juga hasil Labforensik dan juga rekaman GPS pada mobil yang dibawa korban. “Kami sudah minta keterangan 19 saksi termasuk saksi ahli,” kata Kapolres Suratno, Rabu (18/7/2018) siang.

Dari hasil penyelidikan, pada lambung korban saat dilakukan otopsi di RSUP Sanglah ditemukan ada kandungan potasium sekitar 1,9 gram. Hasil itu lalu disesuaikan dengan serbuk putih yang ditemukan di dalam mobil. Serbuk putih itu positif potasium sianida.

“Kami dapat bukti dari rekaman GPS yang ada dalam mobil yang disewa korban. Disana jelas, rekam jejak yang ada, kemudian kami dipadukan dengan hasil otopsi,” ungkap Kapolres Suratno.

Selama ini korban diketahui bekerja di bengkel sepeda motor Putrayasa. Dari sana diperoleh keterangan bahwa sebelum korban ditemukan tewas, korban Gede Ari sempat disuruh bosnya (Putrayasa, red) pergi ke Denpasar membeli spare part, menggunakan sepeda motor. Ari pun membawa uang Rp2,5 juta yang diberikan oleh bosnya. Namun korban Gede Ari malah tak kunjung datang. Hingga ditemukan, tewas membusuk di dalam mobil. Bukan saja keterangan Putrayasa diperoleh penyidik.

Penyidik kemudian menggali keterangan dari pemilik rentcar mobil di daerah Tabanan bernama Imam Safi’i. Dari sana penyidik mendapat keterangan bahwa korban datang ke tempatnya pada 3 Juni sore untuk menyewa 1 unit mobil sampai 4 Juni, dengan nilai sewa Rp 400 ribu.

Safi’i kemudian memberikan mobil Daihatsu Ayla warna Putih DK 1092 UK, dengan jaminan sepeda motor milik bosnya. Dari pantauan GPS yang ada di mobil itu, korban Gede Ari tergambar menuju arah Singaraja sekitar pukul 19.00 wita dan sempat berhenti di wilayah Baturiti untuk membelikan boneka kekasih yang berinisial TA, 18, warga Kelurahan Kampung Baru.

“Korban sempat menjemput pacarnya. Korban juga sempat menuju ke Desa Tegallinggah, namun tidak mampir ke rumahnya, tapi hanya membeli es di warung milik Mangku Sulendra. Korban tidak pulang, melainkan tidur di sebuah penginapan yang ada di Desa Anturan bersama kekasihnya,” jelas Kapolres Suratno.

Baik korban dan kekasihnya, chek in di penginapan itu pada Senin (4/6/2018). Mereka pun chek out pada Selasa (5/6/2018) pagi. Usai chek out, korban menghantarkan kekasihnya pulang ke rumah. Usai menghantarkan kekasihnya pulang, korban sempat mengunjungi dua toko yang menjual bahan kimia, yakmi toko JM di Jalan Ayana dan Toko CH di Jalan Erlangga.

“Korban membeli potasium sianida. Bahkan terlihat jelas dari GPS, korban sempat mondar-mandir di kawasan Pantai Penimbangan hingga pantauan terakhir tak bergerak disana sampai akhirnya korban ditemukan tewas di dalam mobil.

Selain itu, tim cyber crime menemukan di HP korban, percakapan berkaitan penagihan hutang sejak akhir Mei lalu dengan total jutaan rupiah,” ujar Kapolres Suratno.

Dengan alasan itulah, polisi bisa menyimpulkan korban tewas bunuh diri. Namun terkait dengan 2 buah batu yang ditemukan dalam mobil bersama serbuk potasium, Suratno menduga batu itu digunakan korban untuk memecahkan potasium sianida.

“Ini murni mati karena potasium yang ditelannya. Dan dari hasil visum luar dan otopsi, korban tidak mengalami luka akibat kekerasan,” pungkas Kapolres Suratno.

Sebelumnya, mayat Gede Ari yang merupakan putra pertama pasutri Ketut Mariada dan Luh Rediani warga Desa Tegallingah, Kecamatan Sukasada, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam mobil bernopol DK 1092 UK. Selain ditemukan bercak darah juga ditemukan serbuk putih dan 2 buah batu. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *