Tirtasarigate: Inspektur Buleleng Bantah Halangi Penyelidikan

Foto Balieditor.com-frs: Inspekktur Kabupaten Buleleng Putu Yasa bantah halangi penyelidikan

BALIEDITOR.COM – Inspektur Kabupaten Buleleng, Bali, Putu Yasa, membantah pihaknya melindungi terlapor Perbekel Tirtasari, Kecamatan Banjar, Gede Riasa.

Bukan hanya itu, Inspektur Yasa juga membantah pihaknya menghalangi penyelidikan yang dilakukan tim Tipikor Satreskrim Polres Buleleng dengan tidak memberikan hasil audit yang dilakukan timnya.

“Oh tidak. Kita tidak pernah melindungi atau menghalangi penyelidikan yang dilakukan polisi,” bantah Inspektur Yasa saat dikonfirmasikan Balieditor.com di ruang kerjanya, Senin (13/5/2019) siang.

Ia menyatakan bahwa pihaknya sudah berulangkali melakukan koordinasi dan komunikasi dengan penyidik Tipikor Satreskrim Polres Buleleng. “Polisi juga sudah ngerti keterbatasan kita. Pasti akan diserahkan hasilnya tapi setelah tim selesai bekerja,” ujar Inspektr Yasa.

Inspektur Yasa berdalih bahwa adanyan batas waktu menreviu beberapa program per tanggal 31 Maret 2019 maka pihaknya memprioritaskan dulu program itu. “Makanya kita bagi tim termasuk tim yang kita turunkan ke Tirtasari untuk menuntas itu karena reviunya dibatasi per 31 Maret,” dalihnya.

“Termasuk laporan keuangan yang diberikan BPK juga per tanggal 31 Maret,” sambung Inspektur Yasa lagi.

Setelah itu selesai, cerita Yasa, datang lagi surat tentang kemandirian reformasi birokrasi dari pemerintah pusat. Belum lagi diminta dilakuakn reviu terhadap zoan intengritas. “Bertubi-tuni seperti itu, sehingga ini… bukan kita tidak laksanakan. Kita sudah turunkan tim,” paparnya.

“Kemarin sudah kita diskusikan dengan polisi. Ini kembali kepada keterbatasan kita. Ini (kasus Tirtasari) perioritas juga, jangan sampai kita dibilang menghambat. Tetapi kita bertahap,” papar Inspektur Yasa.

Kata Yasa, “Masalah Tirtasari surat dari polisi sudah bertubi-tubi. Bukan satu dua kali. Bahkan Kami sering melakukan koordinasi. Intinya belum ada hasil. Kalau ada hasil pasti kami kirim ke polisi.” (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *