TMMD Kodam IX/Udayana: ‘Warga Loreng’ Betonisasikan Jalan di Desa Pangkung Paruk

Foto-Foto Balieditor.com-ngr: Para anggota TNI bersama masyarakat membangun jalan di Pra TMMD

Foto-Foto Balieditor.com-ngr: Para anggota TNI bersama masyarakat membangun jalan di Pra TMMD

BALIEDITOR.COM – Warga Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, bakal tersenyum bahagia. Karena mereka bakal terbebaskan dari situasi terisolasi yang dialami selama ini.

Adalah “warga loreng” alias TNI dari Kodam IX/Udayana yang bakal membebaskan warga yang tinggal di pedalaman kawasan itu selama ini kesulitan akses untuk bisa membawa hasil perkebunan mereka ke luar wilayah, karena kondisi jalan yang rusak.

Melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 tahun 2017, pasukan Kodam IX/Udayana memperbaiki infrastruktur jalan, senderan, 13 gorong-gorong. Ada jalan sepanjang 2.329 meter dan lebar 2 meter diperbaiki dan lamgsung dilakukan betonisasi dengan ketebalan 10 centimeter.

TNI juga akan membangun sarana mandi Cuci dan kakus (MCK) bagi warga yang kurang mampu.

Kasdim 1609/Buleleng, Mayor Kav Nyoman Arya Jayantara, Jumat (8/9/2017) saat meninjau kegiatan Pra TMMD di Desa Pangkung Paruk, menjelaskan bahwa kegiatan TMMD yang akan dilaksanakan Oktober 2017 nanti, merupakan program rutin Mabes TNI setiap tahunnya di beberapa wilayah yang ada di Indonesia.

Kata dia, lewat program ini, TNI menunjukan kepeduliannya terhadap pembangunan di daerah yang masih mengalami permasalahan akses jalan atau fasilitas umum penting lainnya, selain juga bertugas mengamankan pertahanan dan keamanan wilayah.

Baca Juga:  TNI: Kasdim 1609/Buleleng Laksanakan Kegiatan Penanaman Padi

Saat ini, sebut dia, beberapa kegiatan dalam pra TMMD sudah dimulai, baik penyenderan badan jalan maupun pembuatan saluran drainase. Masyarakat setempat pun sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Dengan ada jalan ini, maka harapan masyarakat menjadi terbuka untuk mempermudah akses jalan yang menunjang peningkatan perekonomian warga setempat.

“Jalan yang belum memadai, mudah-mudahan ke depan bisa dipergunakan dengan baik, karena wilayah ini sangat berpotensi. Disini, penghasilan para petani sangat bagus terutama di musim cengkeh. Dengan jalan yang bagus, maka ini memudahkan warga membawa hasil panennya keluar wilayah,” ujar Kasdim 1609/Buleleng, Mayor. Kav. Nyoman Arya Jayantara, Jumat (8/9/2017).

Foto Pra TMMD 1

Sementara Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Slamet Winarko mengatakan, dipilihnya Dusun Yeh Selem Desa Pangkung Paruk sebegai lokasi TMMD setelah melewati proses survei bersama pemerintah, termasuk juga beberapa informasi dari tokoh masyarakat dan aparat desa, terkait kondisi wilayah yang akan disasar dalam TMMD, dan juga kesiapan dari desa itu. Pengerjaannya dilakukan oleh anggota TNI dibantu warga setempat.

Baca Juga:  TNI: Dandim Verdy de Irawan Kasih Pembinaan Perikanan kepada Masyarakat di Patas

“Kalau hujan, warga kesulitan melintasi jalan itu karena rusak dan mereka sulit membawa hasil panen. Kalau jalan ini bagus, mereka bisa membawa hasil panen ke luar desa mereka. Itu dilihat dari sisi ekonomi, yang sekaligus juga secara langsung bisa membantu warga,” jelas Dandim Slamet Winarko.

Ia memaparkan kegiatan pra TMMD berlangsung selama sebulan penuh, kemudian dilanjutkan dengan TMMD yang juga bakal berlnagsung sebulan penuh. “Itu jalannya memang buntu, makanya sementara diperbaiki saja dulu jalannya, ke depan kalau ada jalan tembusan akan dibuatkan. Dan dalam waktu sebulan itu, kami targetkan kegiatannya bisa selesai tepat waktu. Selain itu, kami akan bangun MCK disana, karena warga disana masih banyak belum punya fasilitas MCK,” jelas Slamet.

Selain fokus pada kegiatan fisik, kata Dandim Slamet, dalam kegiatan TMMD ke-100 di Desa Pangkung Paruk juga dilakukan kegiatan non-fisik, seperti digelar pelatihan dan penyuluhan bagi warga setempat.

“Jadi program TMMD ini tidak saja untuk fisik, sasaran juga ke non-fisik. Disana, kami memberikan ceramah dan penyuluhan bahaya narkoba, termasuk kami akan memberikan pelatihan singkat seperti tata hias dan pelayanan kesehatan,” pungkas Slamet. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *