Tol Laut: Penumpang KM Sabuk Nusantara Meningkat

Foto Balieditor.com-cha: Inilah tol laut, KM Sabuk Nusantara 51

BALIEDITOR.COM – Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 51 yang melayani trayek R -18 yakni mencakup rute Surabaya-Kalianget-Kangean-Sapeken-Celukan Bawang-Carik–Badas-Bima-Labuhan Bajo-Waikelo-Labuhan Bajo-Bima-Badas-Carik- Buleleng-Sapeken-Kangean-Kalianget–Surabaya, mulai diminati masyarakat pengguna transportasi laut. Terutama penumpang melalui Pelabuhan Celukan Bawang.

Seperti yang terlihat Kamis (12/9/2019) di Dermaga 3 Pelabuhan Celukan Bawang,dimana KM Sabuk Nusantara 51 bersandar sejak pagi hari. Selain menurunkan penumpang, terlihat belasan penumpang menaiki kapal perintis miliki Kementrian Perhubungan RI. Sejumlah penumpang yang menuju luar Bali melalui Pelabuhan Celukan Bawang dengan berbagai tujuan diantarnya bisnis maupun untuk pulang ke kampung bertemu keluarga.

Salah seorang penumpang, A Yani, 50, warga Desa Sumberkima,Kecamatan Gerokgak,Buleleng, Bali, mengaku keberadaan kapal perintis yang berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang sangat membantu untuk memudahkan akses menuju ke Sapeken maupun pulau-pulau disekitarnya. Sebelumnya,A Yani mengaku selalu naik dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) Sangsit dengan menggunakan kapal kayu. ”Saya dari rumah (Sumberkima,red) tidak perlu jauh ke Sangsit cukup di Celukan Bawang saja. Kapalnya nyaman,aman dan tersedia fasilitas untuk perjalanan laut.Harga tiket juga sangat terjangkau,” ungkpnya.

Kapten KM Sabuk Nusantara 51, Rohmat, 47, menyatakan, Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 51 setiap 10 hari sekali bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang dengan rute yang telah ditetapkan oleh pemerintah.Perjalanan 10 hari berlayar,menurut Rohmat, sangat bergantung dari faktor cuaca. ”Kalau perjalanan normal dengan cuaca baik cukup waktu 10 hari untuk menyusuri rute yang telah ditetapkan,” jelas Kapten Rohmat.

Rohmat menuturkan, penumpang dari Bali biasanya menggunakan kapal perintis dengan tujuan Sepeken, Kangean dan Madura. Dalam sekali berlayar dari Bali menuju Sepeken, Kangean dan Madura ada sekitar 10 sampai 15 penumpang yang diangkut. Kemudian penumpang yang diangkut tidak hanya berasal dari Bali. Tetapi juga berasal dari Bima dan Lombok NTB dengan tujuan Surabaya dan Madura. ”Kapasitas penumpang pada kapal ini 300 sampai 400 penumpang,” kata Rohmat.

Rahmat menjelaskan, KM Sabuk Nusantara 51 merupakan kapal perintis dengan rute yang telah ditetapkan.Tetap akan berlayar kendati tanpa penumpang karena ini merupakan program Kementerian Perhubungan untuk transportasi laut untuk menghubungkan antar pulau di Indonesia. Terkait harga tiket, menurut Rohmat, pihaknya tidak tahu menahu dan telah diatur oleh agent.

”Harga tiket kapal ditentukan langsung oleh agen dan itu terjangkau. Untuk rute Celukan Bawang menuju Sepeken, Kangean dan Madura harga tiket hanya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu,” tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *