Tragedi Kantin 21: Ribut Gara-Gara Korban Bawa Helm

Foto Balieditor.com-frs: Tersangka Kawi di Press Room Mapolres Buleleng

BALIEDITOR.COM – Lagi-lagi hal sepele menjadi pemicu aksi penganiayaan. Apalagi, para pelaku sudah dalam keadaan mabuk akibat pesta miras.

Itulah yang menjadi pemicu keributan di Kantin 21 di kawasan wisata Lovina, 19 Mei 2019, yang lebih dikenal dengan istilah ‘Tragedi Kantin 21” itu.

Seperti diuraikan Kasatreskrim Polres Buleleng, Bali, AKP Mikale Hutabarat, SH, SIK, MH, kepada wartawa dalam acara jumpa pers di press room Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja, Senin (10/6/2019) siang.

“Cuma salah paham, sehingga ada ketersinggungan. Korban saat itu membawa helm dan ditegur salah satu saksi. Saat itu korban diminta untuk menaruh helm tetapi tidak mau sehingga terjadi ketersinggungan,” jelas Kasat Mikael.

Hal itu juga dikemukukan tersangka Ketut Budi Arjana alias Kawi. “Dia bawa helm ke dalam, dan ditegur supaya taruh helm di tempatnya tapi dia tidak mau. Karena mungkin saya sudah mabuk, ya saya pukul dia dengan botol. Itu saja,” ujar Kawi.

Sementara itu korban Agus Tjahjono alias Koko menceritkan bahwa kala itu mengambil helmnya yang dititip di Bar Kantin 21. Kebetulan Koko melewati tempat duduk tersangka yang sedang asyik menikmati pesta miras. Ia mengaku, helm yang dibawanya menyenggol salah satu pelaku.

Tak terima satu pelaku terkena senggolan helm Agus, pelaku Kadek Budiasa alias Gembrong langsung marah dan diikuti rekan-rekanya menganiaya Agus. Korban pun babak belur.

Saat penganiayaan sampai di jalan raya Singaraja-Lovina tepat di depan Kantin 21, datang pecalang Adat Desa Kaliasem bersama warga dan berhasil melerai kejadian tersebut. “Tiang kebetulan jaga di Pura ,mau beli rokok ke swalayan. Melihat ada kejadian di wilayah tiang terus kita lerai agar tidak berlanjut dan terjadi pertumpahan darah. Karena di Desa Kaliasem sedang berlangsung upacara adat,” jelas Gede Landep, pecalang Desa Adat Kaliasem itu. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *