Tragedi “Penarukan Berdarah”: 5 Tahun Hubungan Tak Harmonis

Foto Repro: Korban Notik

BALIEDITOR.COM – KENDATI Balieditor.com belum diperolehkan oleh polisi untuk wawancara dengan pelaku pembunuhan Jro Mangku Wayan Sumerta, 68, dengan dalih pelaku masih trauma, maupun keluarga, namun Balieditor.com mendapat informasi tentang kehidupan rumahtangga pelaku dan korban Ketut Mahayoni alias Notik, 65, dari masyarakat dan Lurah Penarukan Gusti Ngurah Oka.

Lurah Ngurah Oka mengakui bahwa ada masalah krusial dalam rumahtangga pelaku dan korban. “Memang ada masalah dalan keluarga ini. Bapaknya sakit-sakit tapi ibunya terus saja pergi tinggalkan bapaknya. Maka kesal bapaknya,” ujar Lurah Ngurah Oka diplomatis kepada Balieditor.com di TKP, Sabtu (29/6/2019) malam.

Baca Juga:  (2) Kado Istimewa HUT Kota Singaraja: Buleleng Amankah untuk Anak-Anak dan Perempuan?

Informasi lain juga direkam dari laporan Kanit Reskrim Polsek Kota Iptu Susena kepada Kapolsek Kota Singaraja via handphone dari TKP, Sabtu (29/6/2019) sekitar pukul 20.12 wita.

Dilaporkan Suseno bahwa hubungan suami-istri antara pelaku dan korban sudah tidak harmonis sejak lima tahun lalu. “Sudah lima tahun hubungan mereka sudah tidak harmonis,” lapor Suseno.

Foto Balieditor.com-frs: Anggota Polsek Kota Singaraja memperlihatkan pisau pengutik yang dipakai pelaku membunuh korban

Ditambahkan Suseno, awal kejadian ini luka korban minta izin ke Denpasar Jumat kemarin. “Kemarin ditelpon pelaku dan korban bilang menginap di rumah keponakan,” paparnya.

Baca Juga:  Rilis Eksepsi Majalah Tempo vs Kementan RI: “Pengadilan Negeri tidak Berwenang Mengadili Sengketa Pers”

Sejumlah tetangga yang enggan disebut identitasnya juga membenarkan bahwa sejak lima tahun lalu pelaku menderita sakit, hubungan suami-istri ini tidak harmonis lagi.

“Ibunya sering keluar dan bapaknya tinggal sendiri. Bahkan ibunya sering jalan jauh ke Singapura dan bapaknya yang sakit-sakit ini tidak ada yang urus. Tinggal sendiri,” cerita tetangga yang wanti-wanti minta identitasnya tak disebutkan itu. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *