Tragedi “Tamblang Berdarah”: Rebutan Uang Rp 30 Juta Hasil Penjualan Mobil

Ilustrasi

BALIEDITOR.COM – Terungkap sudah motif pembunuhan sadis di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, Sabtu (18/8/2018) petang di Pasar Tamblang.

Ternyata aksi pembunuhan sadis oleh pelaku I Ketut Budiastawa alias Paros, 24, terhadap korban yang tidak lain adalah ibu tirinya itu dilatabelakangi oleh rebutan uang hasil penjualan mobil sebesar Rp 30 juta.

Hasil interogasi sementara terhadap pelaku Paros bahwa aksi penusukan itu dilatarbelakangi oleh sikap ibu tiri yang tidak memberikan uang Rp 30 juta hasil penjualan mobil. Padahal, kata Paros, sekitar bulan Februari 2018 lalu dia dan korban sudah melakukan perjanjian bahwa bila mobil Mitsubshi Pick-Up Colt itu terjual maka uang hasil penjualannya diserahkan kepada pelaku.

“Tapi sampai sekarang korban tidak memberikan uang hasil penjualan kepada pelaku sehingga pelaku menjadi emosi,” papar Kapolsek Kubutambahan Mustiada kepada Balieditor.com via laporan kronologis kejadiannya.

Bagaimana kronologis kejadiannya? Kapolsek Mustiada menuturkan, pelaku menggunakan sepeda motor dan sudah menyimpan pisau di celana. Tujuannya untuk mencari daun pisang kemudian berencana membeli lauk. Saat berbelok ke timur melihat korban sedang duduk di pinggir jalan raya di depan pasar. Begitu melihat korban, emosi pelaku langsung naik.

“Pelaku turun dari motor tanpa bicara langsung menusuk perut korban dengan pisau sebanhak dua kali. Pisau itu pun mengenai perut korban yang saat ditusuk dalam posisi berdiri hadap ke selatan sedangkan pelaku hadap ke utara,” papar Mustiada seraya menyatakan bahwa peristiwa berdarah itu terjadi tepat pukul 17.00 wita.

Korbanpun dilarikan ke RS Kertha Usada namun karena menderita luka cukup parah sehingga nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Polisi pun sudah meminta keterangan sejumlah saksi dan pelaku pun langsung diamankan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *