Truck Pasir Karangasem Dihadang PSM di Penarukan

Foto Balieditor.com-ngr: Polisi mediasi aksi penghadangan truk

Foto Balieditor.com-ngr: Polisi mediasi aksi penghadangan truk

BALIEDITOR.COM – Sebanyak 7 truck galian C asal Karangasem, dihadang oleh sopir truck material asal Buleleng yang dalam PSM, di Terminal Penarukan, Kelurahan Penarukan, Buleleng, Bali, pada Selasa (6/3/2018) sore.

Aksi mencegat sejumlah sopir truck galian C asal Karangasem ini, adalah buntut dari polemik pemaksaan untuk sopir asal Buleleng harus mengambil pasir ke depo. Sementara sopir asal Karangasem bebas mengambil pasir langsung ke galian.

Padahal, sesuai hasil kesepakatan sebelumnya, mestinya seluruh sopir yang ingin menjual pasir ke Buleleng wajib mengambil material ke depo yang ada di Karangasem. Alhasil, harga material pasir terjadi perbedaan yang cukup signifikan. Kondisi ini terjadi, diduga sengaja dilakukan oleh oknum pengusaha material asal Karangasem, yang sengaja memonopoli harga material.

Beruntung aksi itu dimediasi Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. AA. Wiranata Kusuma yang mempertemukan para sopir angkutan truck dari Buleleng dan Karangasem.

Dari hasil mediasi terungkap, aksi penyetopan yang dilakukan sopir truck material asal Buleleng merupakan bentuk balas dendam. Mengingat, beberapa hari lalu ada salah satu oknum pengusaha galian C pasir yang ada di Karangasem, menghentikan hingga mengejar sopir truck dari Buleleng untuk dipaksa mengambil di depo.

Salah seorang sopir truck material asal Buleleng, Putu Mardika mengaku, yang mengalami langsung insiden pengejaran itu, agar masuk ke depo mengambil pasir. “Terus dipaksa ngambil pasir di depo. Begitu saya tidak respon, saya lari, tapi saya dikejar pakai motor ada sekitar 6 orang. Maka itu karena masalah keselamatan, saya berhenti. Ya, sebagai sopir truck saya terpaksa ngambil pasir di depo,” ujar Mardika.

Seorang sopir truck asal Buleleng lainnya, Komang Arta menegaskan, aksi bersama sejumlah sopir yang dilakukan ini, adalah secara spontanitas untuk mengajak sopir Karangasem menyikapi persoalan yang ada. Dengan ini maka sopir material asal Buleleng yang akan ke Karangasem, tidak merasa ada tekanan.

“Ya, truck Karangasem kami stop disini, agar bisa membahas masalah ini. Sampai sekarang pembahasan itu tidak pernah disepakati. Untuk bisa apabila ada penyetopan lagi (Untuk sopir asal Buleleng, red) disana. Maka pak saya akan koordinasikan ke polisi,” tegas Arta.

Sementara Nyoman Sudarma, warga Karangasem pemilik 3 truck yang dihentikan sejumlah sopir Buleleng itu mengaku, agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan cepat.

“Saya ingin kerja tentram. Seperti saya, kan tidak ikut tandatangan di perjanjian itu. Saya hanya ikut jalur pemerintah saja. Yang ikut kan yang tergabung PSM itu, ada perjanjian ngambil di depo. Saya sudah 8 kali di stop, itu di Bukti dan disini. Mudah-mudahan masalah ini cepat selesai,” ujar Sudarma.

Usai dimediasi oleh Polsek Kota Singaraja. Akhirnya ada kesepahaman, dalam menyikapi permasalahan yang terjadi. Selanjutnya, 7 truck pasir yang semula dihentikan, akhirnya kembali melanjutkan perjalanan. Sedangkan, Polsek Kota Singaraja berencana akan melakukan koordinasi dengan Polsek Kubu dalam menyikapi persoalan yang terjadi di Karangasem.

“Sopir truck Karangasem yang distop, adalah dampak dari kesepakatan yang diabaikan. Dua hari lalu, ada sopir krama Buleleng yang dijegat oknum sopir krama Karangasem, itu adalah oknum. Kami sudah berikan jaminan keamanan. Saat sopir Buleleng ke Karangasem, lagi dijegat oleh oknum disana, saya minta agar mereka menghubungi kami,” pungkasnya. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *