Ulasan Virus JE bersama Francelina Floria Freitas

Foto Balieditor.com-fff:  Salah satu siswa SDN 3 Kampung Baru menanggis saat hendak diimunisasi

Foto Balieditor.com-fff: Salah satu siswa SDN 3 Kampung Baru menanggis saat hendak diimunisasi

BALIEDITOR.COM – Imunisasi JE (Japanese Encephalitis) sedang maraknya dilakukan dengan menyasar sejumlah sekolah, apalagi dengan terpasangnya sejumlah spanduk dengan ajakan untuk imunisasi JE.

Sebenarnya, apa itu JE?

Nah, seperti ini penjelasannya, JE (Japanese encephalitis) adalah penyakit radang otak akibat virus. Penularan virus tersebut sebenarnya hanya terjadi antara nyamuk Culex, babi, dan atau burung sawah/ladang.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja mulai dari orang dewasa sampai anak kecil pun bisa terkena virus JE ini. Dan penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Bagaimana virus JE bisa menulari manusia?

Manusia bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk Culex yang terinfeksi. Biasanya nyamuk ini lebih aktif pada malam hari. Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi. Kejadian penyakit JE pada manusia biasanya meningkat pada musim penghujan.

Dan apa sajakah gejalanya?

Gejala gejala dari virus JE ini, dengan gejala awal yang muncul dapat berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah. Kurang lebih 1 dari 200 penderita infeksi JE menunjukkan gejala yang berat yang berkaitan dengan peradangan pada otak, berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala, kaku pada tengkuk, disorientasi, koma (penurunan kesadaran), kejang, dan kelumpuhan.

Oleh sebab itu, pentingnya imunisasi JE itu untuk kita, khusunya bagi anak yang berusia 9 bulan – 15 tahun agar tidak terkena virus ini.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *