Usai Nyantap Sate dan Lawar, Siswi SMPN 3 Sawan Tewas

Foto Balieditor.com-frs: Siswi SMPN 3 Sawan Angelique Cynthia yang meninggal setelah makan yang dibeli di warung

BALIEDITOR.COM – Sungguh nahas Komang Angelique Cyntia Murthi, 13. Siswi kelas VIII SMP N 3 Sawan, Buleleng, Bali, itu tewas usai menyantap sate dan lawar yang dibeli di sebuah warung di Desa Suwug, Kecamatan Sawan.

Sate dan lawar yang menjadi “roh pencabut nyawa” Cynthia itu merupakan lauk makanan yang dibeli ayahnya di warung milik KS dekat rumahnya di Banjar Dinas Lebah, Desa Suwug, sekitar 10 Km arah timur Kota Singaraja.

Remaja itu ambruk usai menyantap makanan yang dibeli ayahnya bernama Ketut Budiartawan, 46. Pertama kali diketahui oleh dadong (nenek)-nya Wayan Kerandi, 60. Kala itu Cynthia dalam kondisi pingsan, tak sadarkan, Selasa (8/10/2019) malam sekitar pukul 21.00 wita.

Korban pun dilarikan ke RSUD Buleleng. Ternyata nyawa gadis manis itu tidak tertolong lagi. Oleh tim medis di RS “plat merah” itu, Cynthia dinyatakan telah meninggal dunia akibat keracunan makanan.

Dalam keterangannya kepada polisi, Ketut Budiartawan menjelaskan bahwa pukul 19.30 wita dia pulang kerja dari sawah, dan korban mengatakan lapar. Budiartawan langsung pergi membelikan makanan di warung milik KS yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumahnya.

Makanan yang dibeli Budiartawan berupa lauk seperti lawar, sate dan kuah sedangkan nasi putih sudah dimasak di rumah.

Usai menyantap makan itu, kata Budiartawan, tiba-tiba neneknya melihat korban Cynthia mengalami muntah-muntah dan langsung tidak sadarkan diri. Neneknya pun berteriak histeris meminta tolong kepada ayah korban dan tetangga korban. Budiartawan bersama paman korban melarikan korban ke RSUD Buleleng. Sayang, nyawa korban tidak bisa tertolong lagi karena tim dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Kapolsek Sawan Iptu Gusti Kade Alit Murdiasa terpisah menjelaskan, ”Benar kemarin malam ada gadis diduga keracunan makanan yang dibeli oleh ayahnya di sebuah warung dan gadis tersebut meninggal dunia saat dibawa ke RSUD Singaraja.”

Kata dia, pihak keluarga sudah mengiklaskan kematian korban dan tidak mau dilakukan otopsi terhadap korban. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *