Utang Biaya “Melali” DPRD di PT BDW: LSM FPMK Desak Polisi Tangkap Kabaghumas Setwan

Foto Istimewa: Aktivis antikorupsi Gede Suardana

BALIEDITOR.COM – Terbongkarnya utang biaya “melali” DPRD Buleleng di PT Bali Daksina Wisata (PT BDW) Denpasar mencapai Rp 200 juta, mendapat reaksi keras dari aktivis pegiat antikorupsi di Buleleng.

Pentolan pegiat antikorupi Gede Suardana dari LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FPMK) menyatakan para pejabat di lingkup Pemkab Buleleng (anggota DPRD dan pejabat teras di Sekretariat DPRD Buleleng) sudah hilang rasa malu terhadap masyarakat. “Ya, pejabat Pemkab Buleleng gak tahu malu,” tandas Suardana kepada Balieditor.com, Senin (15/10/2018) via WhatsApp.

Suardana mendesak aparat penegak hukum seperti Polres Buleleng dan Kejari Buleleng segera turun mengusut aksi penggelapan anggaran perjalanan anggota dewan yang dikelola Kabaghumas Setwan Buleleng. Suardana juga mendesak polisi tangkap Kabaghumas Setwan Buleleng.

Baca Juga:  Korupsi: Kasipidsus, “Silahkan Bupati Bela Kades, Kami Tidak Mundur”

“Saya berharap penegak hukum di Buleleng bisa ungkap itu, jangan melempem. Kalau anggaran itu dikelola Kabaghumas Setwan Buleleng, ya polisi atau kejari periksa Kabaghumas Setwan itu. Bila perlu tangkap saja Kabaghumas Setwan itu. Harus ada punishman atau hukuman yang Jelas,” desak Suardana.

Indikasi penggelapan itu kuat karena Kabaghumas Setwan Buleleng tidak membayar uang perjalanan kepada PT BDW Denpasar sejak awal tahun 2017 hingga Oktober 2018 ini. “Itu artinya uang itu sudah cair tetapi tidak dibayarkan snag pengelola kepada PT BDW. Masak buat SPJ dari awal 2017 sampai 2018 tidak selesai? Berarti hangus dong uangnya. Logikanya dimana itu,” kritiknya lagi.

Baca Juga:  Mengurai Gurita Konflik Tanah Batu Ampar

Suardana juga menantang Ketua Komisi I DPRD Buleleng Putu Mangku Mertayasa untuk menunjuk hidung orang yang dia maksud bahwa masalah ini urusan pribadi. “Mangku Mertayasa bilang itu urusan pribadi, lantas pribadi siapa yang bertanggung jawab ? Siapapun yang dimaksud oleh Mangku Mertayasa maka jangan berhenti di pernyataan sebagai wakil rakyat, harus ikut ungkap siapa pemainnya,” tegas Suardana. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *