Virus Corona: Pasien Kode 18 Sembuh, Pedagang Ayam Terpapar Corona

Foto Balieditor.com-frs: Sekkab Suyasa sedang vidcon dengan wartawan

SINGARAJA-BALIEDITOR.COM – Pasien positif corona terlama kedua di Buleleng yakni pasien dengan kode PDP 18 dinyatakan sembuh dan kini sudah pulang ke rumahnya di salah satu desa di Kecamatan Tejakula.

Pasien dengan code PDP 18 dirawat selama 21 hari terhitung sejak tanggal 22 April 2020. Sempat dirawat selama 16 hari di Buleleng, pasien PDP-18 kemudian dirujuk ke Denpasar. Setelah dirawat selama 5 hari, pasien tersebut dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan. Dengan sembuhnya pasien PDP-18 ini, angka kesembuhan pasien positif COVID-19 di Buleleng bertambah.

Pasien corona di Buleleng yang menduduki urutan pertama pasien terlama dalam perawatan adalah PDP 03. Pasien ini menjalani perawat selama 37 hari.

Sesuai data yang dihimpun oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Buleleng, sampai saat ini, sudah ada 22 orang pasien yang dinyatakan sembuh.

Hal ini disampaikan Sekkab Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Buleleng saat menyelenggarakan video conference bersama awak media terkait perkembangan COVID-19 di Kabupaten Buleleng, Rabu (13/5/2020) sore.

Di sisi lain, juga ada tambahan pasien baru corona, yakni seorang pedagang ayam asal sebuah desa penyangga Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula yang saat ini sedan menjalani masa karantina desa. Pasien corona baru ini diberi kode PDP 52.

Baca Juga:  20 SP dan 15 ST Sudah DikeIuarkan Satpol PP untuk Toko Nakal Pelanggar JOP

Selain itu, dalam video conference, Suyasa mengungkapkan, Pemkab Buleleng melalui Dinas Kesehatan akan kembali melakukan test swab massal secara acak di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula pada hari Kamis 14 Mei 2020. Disebutkannya, sudah ada 50 orang yang siap menjalani test swab. Namun, ia mengatakan jumlah tersebut akan bertambah sesuai teori epidemilogi dari Dinas Kesehatan.

“Yang jelas besok 50 orang akan ditest di Bodnalem, dan 19 orang yang kontak dengan PDP-52,” jelasnya.

Suyasa menambahkan, ada beberapa orang yang khawatir menjalankan test swab. Ini dikarenakan, beban pisikis yang dialami oleh masyarakat ditengah situasi darurat. Namun dengan adanya pendekatan yang dilakukan oleh satgas gotong royong dan relawan, masyarakat tidak ragu menjalani test swab.
“Kami berupaya yakinkan masyarakat untuk mau lakukan swab massal. Kalau hasil swab massal tidak ada positif, kita bisa segera deklarasikan kalau kasus covid-19 di sana sudah tuntas,” imbuhnya.

Masih kata Suyasa, saat ini Pemkab Buleleng telah menyiapkan 200 alat test swab. Dikatakannya, jumlah tersebut merupakan hasil dari analisa ilmiah. Suyasa menambahkan, saat ini Dinas Kesehatan sedang melakukan tracing kepada orang yang sempat melakukan kontak dengan PDP terkonfirmasi.

“Saat ini baru disiapkan 50 orang. Namun tracing tetap dilakukan. Kalau tidak ada kasus baru, tanggal 17 Mei kami stop karantina desanya. Namun kalau masih ada kasus, kami akan tracing lagi dan mungkin kami perpanjang karantinanya. Tapi kami harap ini bisa selesai secepatnya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Virus Corona: Bagiada dengan Dharma Satya Acarya Nusantara Lawan COVID-19 via Spiritual

Sementara, terkait update perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng menunjukkan bahwa terdapat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Buleleng secara kumulatif berjumlah 52 orang, dengan rincian PDP Negatif 6 orang, pasien yang di rawat di Buleleng hanya 18 orang, di rujuk ke Denpasar sebanyak 5 orang dan sudah dinyatakan sembuh 22 orang. Pasien terkonfirmasi positif yang dirawat diluar Buleleng berjumlah 8 orang.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 97 orang yang terdiri dari ODP yang masih dipantau 2 orang, ODP yang sudah selesai masa pantau berjumlah 95 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 759 orang dan sudah selesai masa pantau 546 orang, karantina mandiri 209 orang, OTG yang karantina Hotel di Buleleng 3 orang, dan karantina Hotel di Seririt 1 orang.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 3.039 orang dengan rincian 2.847 diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari dan sisa yang masih dipantau sebanyak 192 orang, terdiri dari pekerja kapal pesiar 74 orang, TKI lainnya terdapat 60 orang, WNA 1 orang, pulang dari luar negeri 5 orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 52 orang. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *