Wabup Buleleng Sutjidra Sidak Tiga OPD pada Awal Tahun 2018

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor,com: Wabup Sutjidra sedang berbincang-bincang dengan seorang PNS cantik

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor,com: Wabup Sutjidra sedang berbincang-bincang dengan seorang PNS cantik

BALIEDITOR.COM – Mengawali hari pertama kerja pada tahun 2018 di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Wakil Bupati Buleleng, Bali, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, didampingi para asisten serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Buleleng melakukan sidak ke bagian-bagian dan bidang pada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (2/1/2018).

Menurut Humas Pemkab Buleleng melalui press releasenya bahwa ketiga OPD yang menjadi sasaran sidak “Buleleng 2” adalah Sekretariat Daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Buleleng.

Ditemui di sela-sela kunjungan, Wabup Sutjidra menjelaskan kunjungan ini bukan merupakan sebuah inspeksi mendadak (sidak) melainkan dirinya hanya ingin bersilaturahmi dengan jajarannya.

Namun dia juga memberikan perhatian kepada absensi dan kehadiran dari pegawai pada hari pertama kerja setelah libur tahun baru ini. Selain itu dia juga berharap semangat yang lebih dan semangat yang baru dimiliki oleh semua pegawai.

“Saya hanya ingin bersilaturahmi saja dan mengucapkan selamat tahun baru. Namun saya tetap memperhatikan kehadiran. Untuk saat ini saya apresiasi kehadiran para pegawai setelah libur panjang tahun baru hingga mencapai 95 persen lebih. Saya juga mengharapkan di tahun yang baru ini semua memiliki semangat baru dan etos kerja yang lebih kuat,” jelasnya.

Untuk kedisiplinan para pegawai ke depan, Wakil Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini mengungkapkan sesuai dengan instruksi Bupati Buleleng, pimpinan dari masing-masing OPD harus memberikan contoh kepada para stafnya. Dengan begitu, tidak ada lagi pegawai yang tidak disiplin baik itu kehadiran maupun penggunaan atribut.

“Disiplin tersebut sangat diperlukan. Apalagi masalah penggunaan atribut. Atribut merupakan identitas kita sebagai pegawai,” ungkap Sutjidra.

Wabup Sutjidra menambahkan untuk sanksi sendiri sudah ada prosedur tetap bagi para pegawai yang melalaikan pekerjaan atau disiplinnya kurang dalam kehadiran. Sanksi tersebut dimulai dari sanksi lisan sampai dengan teguran dan bahkan evaluasi.

“Untuk sanksi semua sudah ada prosedurnya. Kita akan lakukan pengawasan-pengawasan terhadap para pegawai. Jika tetap saja lalai kita akan panggil, teguran lisan bahkan sampai dengan evaluasi,” tandasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *