Wabup Sutjidra Bagi-Bagi Rastra dan KIS di Desa Joanyar

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Wabup Sutjidra foto bersama penerima bantuan

BALIEDITOR.COM – Setelah membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga Kecamatan Gerokgak di Balai Desa Penyabangan beberapa hari yang lalu, Wakil Bupati Buleleng, Bali, I Nyoman Sutjidra, kembali melakukan aksi yang sama. Kali ini dirangkaikan dengan pembagian beras sejahtera (Rastra) bagi warga yang kurang mampu.

Humas Pemkab Buleleng melalui press releasenya melaporkan bahwa aksi bagi-bagi Rastra dan KIS dilakukan di Balai Banjar Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Rabu (23/5/2018). Sebanyak 334 kepala keluarga memperoleh Rastra di Desa Joanyar dan 255 KIS untuk enam desa di Kecamatan Seririt.

Wabup Sutjidra menjelaskan, dia sengaja turun langsung ke desa-desa untuk membagikan bantuan sosial sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Monev dilakukan untuk melihat apakah berbagai bantuan sosial yang telah diberikan pemerintah kepada masyarakat tepat sasaran atau tidak. Desa Joanyar ataupun Kecamatan Seririt merupakan daerah kedua yang dikunjungi Wabup Sutjidra untuk melakukan monev.

“Kita lakukan monev untuk memastikan manfaat dari bantuan sosial yang diberikan betul-betul dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Pada pembagian kali ini juga dihadiri oleh para pendamping dari Dinas Sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Para pendamping ini diharapkan nantinya bisa benar-benar memvalidasi data kemiskinan yang ada di Kabupaten Buleleng. Hal ini disebabkan karena data yang digunakan masih merupakan data tahun 2012. “Saya harapkan para pendamping PKH ini untuk lebih serius dan benar-benar melakukan validasi data,” ujar Sutjidra.

Sampai saat ini, menurut Sutjidra, hasil dari monev bantuan sosial berupa Rastra, KIP, KIS, dan PKH telah sesuai dengan peruntukannya. Bantuan sosial ini betul-betul menuju ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Para masyarakat ini juga tidak mengeluarkan satu sen pun untuk menerima manfaat dari bantuan sosial yang telah diberikan. “Sejauh ini sudah sesuai dengan peruntukannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Komang, M.Si yang selalu mendampingi Wabup Sutjidra dalam penyerahan bantuan sosial mengungkapkan dirinya setiap turun ke desa-desa terus menekankan agar masyarakat tidak meminjamkan KIS mjereka kepada orang lain. Memberikan pinjaman KIS kepada orang lain ataupun bukan atas nama pemilik akan merugikan masyarakat sendiri. “Kami selalu peringatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal tersebut,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, peringatan ini didasari atas pengalaman-pengalaman sebelumnya dimana saat jaminan kesehatan terdahulu sering disalahgunakan atau dipinjamkan kepada orang lain. Dipinjamkan karena ada masyarakat yang mau berobat, memerlukan biaya yang tinggi namun tidak memiliki jaminan kesehatan. Hal ini pernah terjadi beberapa kali.

“Akhirnya yang meminjam itu meninggal. Karena meninggal, jaminan kesehatan tersebut tidak tercantum dalam sistem. Ketika yang punya jaminan kesehatan tersebut sakit dan membawa kartunya ke rumah sakit ternyata disana sudah dinyatakan meninggal karena yang punya meminjamkan kepada orang lain. Jangan sampai pengalaman ini terulang,” tandas Gede Komang. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *