Wabup Sutjidra Bilang Cocok Jalin Kerjasama dengan PT SSN

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra (kanan)

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Wabup Buleleng Nyoman Sutjidra (kanan)

BALIEDITOR.COM – Wakil Bupati Buleleng, Bali, dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG mengatakan kerjasama dengan PT. Sewu Segar Nusantara di Kota Tanggerang, Banten, ini sangat cocok dilakukan.

Menurutnya, hal ini dikarenakan Buleleng perlu memiliki tujuan pemasaran yang jelas.

“Dengan kerjasama ini nanti akan ada nilai lebih dari hasil pertanian dan buah-buahan di Kabupaten Buleleng,” ucapnya seperti dilaporkan Humas Pemkab Bulelenh dalam press releasenya.

Wabup Sutjidra berharap, kerjasama ini bisa berjalan dengan baik agar kesejahteraan petani bisa ditingkatkan.
Seperti diketahui, Pemkab Buleleng tahun 2018 sangat serius untuk mengembangkan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disamping juga side impact yang dihasilkan oleh pertanian ini. Dengan pertanian, Buleleng bisa menjadi barometer untuk agro tourism.

Ketika shortcut dan bandara bisa dibangun di Buleleng serta dari sisi aksesibilitas sudah terpenuhi, hal ini bisa berkombinasi antara pariwisata, investasi dan pertanian.

Pada tahun 2017, anggaran untuk pertanian sebesar Rp.13.596.306.296. Anggaran sebesar ini diperuntukkan untuk program-program yang menyentuh petani langsung.

Program tersebut antara lain program peningkatan produksi pertanian/perkebunan, program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan, program peningkatan produksi hasil peternakan, program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, program peningkatan kesejahteraan petani, dan program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan

Untuk tahun 2018, anggaran pertanian meningkat menjadi Rp. 22.073.085.735. Program kerja pun disusun Dinas Pertanian berdasarkan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Bupati Agus Suradnyana.

Ada program unggulan yang disusun oleh Dinas Pertanian pada tahun 2018 ini.

Dimulai dari Penerapan Teknologi Pertanian Tepat Guna yaitu pemuliaan padi local Sudaji dan BEras Merah Munduk yang bekerjasama dengan BATAN; pengembangan varietas padi unggul varietas sidenuk, mustaban, cierang, IR 64, dan cigeulis yang memiliki produksi tinggi, umur pendek, serta rasa nasi pulen yang juga bekerjasama dengan BATAN; pengembangan benih pisang kultur local jaringan bebas penyakit seperti pisang udak, ketip, Gedang Saba, dan kayu. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *