Warga Miskin di Dusun Panti: Perbekel Bantah Tolak Yayasan Bantu Keluarga Nengah Cinta

Foto Balieditor.com-frs: Perbejek Ketut Sumanaya (kanan) dan Kadus Panti  Putu Suastika (no dua dari kanan)

Foto Balieditor.com-frs: Perbejek Ketut Sumanaya (kanan) dan Kadus Panti Putu Suastika (no dua dari kanan)

BALIEDITOR.COM – “Nyanyian” Nengah Cinta, 56, warga Banjar Dinas Panti, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, bahwa pernah ada yayasan yang hendak membantu memperbaiki rumahnya namun ditolak pihak desa membuat Perbekel Kayuputih Ketut Sumanaya berang.

Senin (26/6/2017) siang Perbekel Ketut Sumanaya menggelar jumpa pers di Kantor Perbekel Kayuputih, didampingi para kelian banjar dinas, tokoh masyarakat serta petinggi desa lainnya.

Dalam jumpa pers itu, salah satu isu krusial yang menyodok dirinya yang diklarifikasi Perbekel Sumanaya adalah “nyanyian” Nengah Cinta. ”Ada yayasan ngasih bantuan maunya, tapi dari kepala desa menolak. Mungkinan kepala desa saya malu kalau masyarakatnya dikatakan miskin. Padahal kenyataannya, rumah kami yang berdinding bedeg bambu dan beratapkan seng dengan usuk bambu serta berlantaikan tanah,” beber Nengah Cinta sebelumnya.

Perbekel Sumanaya membantah keras pengakuan Nengah Cinta tersebut. “Tidak ada yang menolak yayasan yang mau bantu dia (Nengah Cinta, red). Tidak ada yayasan yang saya tolak untuk kasih bantuan,” bantah Perbekel Sumanaya.

Hanya saja, kata dia, kalau ada yayasan dari luar negeri yang membantu atau beraktivitas di Desa Kayuputih, maka wajib berkoordinasi dengan dirinya. “Takut ada yang menjual orang miskin (untuk kepentingan komersial),” tandasnya.

Kemudian Perbekel Sumanaya memberi kesempatan kepada Kelian Banjar Dinas Panti, Putu Suastika, untuk menjelaskan kondisi warganya itu. Suastika memaparkan bahwa sejak dirinya menjabat Kelian Banjar Dinas Panti pada tahun 2015 lalu hingga saat ini belum ada yayasan yang hendak membantu warganya termasuk keluarga Nengah Cinta.

“Selama tahun 2016 tidak ada yayasan yang bantu Nengah Cinta. Malah kami sudah usulkan ke pemerintah untuk diberi bantuan bedah rumah,” beber Suastika.

Apa kendala Nengah Cinta belum mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah? Ternyata salah satu kendala yang menyebabkan Nengah Cinta belum mendapat bantuan bedah rumah adalah masalah status tanah yang ditempatinya saat ini.

“Tanah yang ditempati itu bukan punya dia. Tanah itu punya adiknya. Sehingga perlu ada surat dari adiknya itu. Tapi sampai sekarang tidak ada respon dari adiknya,” papar Perbekel Sumanaya.

Kendati masalah tanah belum klir namun, kata Perbekel Sumanaya, pihak desa tetap saja mengajukan Nengah Cinta dalam daftar warga calon penerima bantuan bedah rumah.

“Biar tanah belum jelas tetapi kami ajukan saja, mudah-mudahan nanti kalau Nengah Cinta namanya termasuk yang menerima bantuan bedah rumah turun, sudah ada keterangan dari adiknya itu,” pungkas Perbekel Sumanaya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *