Wedding Ceremony: Mr Joglo Nikah Lagi, Pilih Pensiun Kelola Villa bersama Istri

Foto-Foto Itimewa: Upacara pernikahan Mr Joglo

Foto-Foto Itimewa: Upacara pernikahan Mr Joglo

BALIEDITOR.COM – Mr Joglo nikah lagi. Ya, pengusaha vila ternama di Bali Utara Kadek Widiarsana yang dikenal dengan sapaan Mr Joglo Kamis (31/8/2017) lalu menikahi Dwi Indrayani.

Prosesi pernikahan yang kedua bagi Mr Joglo ini digelar di Villa Joglo Desa Ambengan Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Pernikahan dilakukan secara sederhana dan menarik perhatian khalayak ramai tamu undangan.

Dwi Indrayani adalah istri keduanya, sedangkan istri pertama Mr Joglo adalah Ayu Triana.

Apa kata Mr Joglo? Pengusaha vila hitam manis murah senyum ini mengatakan, pernikahan digelar di Villa Joglo miliknya mengundang kerabat dan undangan penting untuk merayakan kebahagiaan bersama-sama sang pendamping hidup.

Baginya, pernikahan dilakukan sebagai wujud keseriusan dan kecintaan kepada Dwi Indrayani sejak mereka pertama kali bertemu. Terang saja, lika-liku kehidupan asmara Mr Joglo diakui penuh tantangan tersendiri, dari serangkaian upaya dilakukan gadis berparas ayu tersebut akhirnya luluh hatinya kemudian mengiyakan permintaan Mr. Joglo untuk meminangnya menjadi istri kedua.

“Yang jelas saya (usai upacara pernikahan-red) persiapan untuk istirahat dan pensiun. Dan saya ingin menikmati hidup damai bersama istri pertama Ayu Triana dan istri kedua saya Dwi Indrayani. Saya mendapat dukungan moril dari mereka berdua,” ujar Mr. Joglo pengusaha villa ini.

Menurut Mr Joglo, konsep dalam membangun villa baru di Sambangan ditawarkan dengan keindahan alam tanpa merusak alam di sekitar. Proses pembangunan villa teranyar itu memanfaatkan lokasi tebing-tebing curam yang sebelumnya kurang diminati masyarakat. Ia lalu menyulapnya menjadi lokasi wisata menarik. Tak pelak, tamu lokal dan mancanegara sudah ramai melirik tertarik untuk melancong di lokasi ia dirancang. Ditunjang pemandangan alami, suasana pedesaan yang tenang adalah keunggulan new project yang digarap Mr. Joglo.

Baca Juga:  #2 Polemik Tanah Batu Ampar: Berbekal SK Mendagri, Pemkab Buleleng Kuasai Lahan Batu Ampar

Foto Mr Joglo 4

“Kami berdua juga ingin mengembangkan daya tarik wisata (DTW) Aling-aling Ambengan, dan membuat Kota Singaraja lebih indah, lebih asri. Di Aling-aling Ambengan, Desember ini kami akan mulai start (pengembangan wisata). Kami akan membuat tempat wisata berupa resort, spa, tempat meditasi yoga. Lokasinya sebelah Timur Krisna Adventure Sambangan, bangunan semua alami tanpa betonisasi karena dominan bangunan saya buat dari bahan kayu,” cerita Mr. Joglo pria kelahiran 8 Desember 1971 ditemani Dwi Indrayani kelahiran 3 Desember 1977.

Ia berharap bersama Dwi Indrayani pasca resmi menjadi suami istri dapat hidup nyaman dan damai. Sejuknya suasana hati semakin bertambah dikala tinggal dan menikmati alam villa di wilayah Sambangan. Mr. Joglo diketahui masyarakat karena dikenal giat mencintai alam. Ia manfaatkan potensi dari hal tidak mungkin menjadi mungkin, dari awalnya tebing curam yang tidak dilirik justru bernilai tinggi di matanya.

Tinggal ia poles dengan sentuhan bangunan villa dilengkapi bale bengong, dan bangun kayu unik lainnya. Kecintaan kepada Dwi Indrayani lalu dia tumpahkan dalam kreasi membangun villa asri berkonsep natural.

“Saya tonjolkan bangunan villa dari bahan kayu supaya alami. Konsepnya alami dan saya tidak mau menganggu alam. Saya cari bahan kayu dan batu di sana. Suasana hening dan tenang ini menjadi keunggulan villa kami,” demikian Mr Joglo.

Baca Juga:  Petani Bali Tolak RUU Pertanahan

Sebelumnya, Mr Joglo sukses mengembangkan bisnis properti rumah kayu di Bali Utara. Bentuk dan harga kompetitif rumah disesuaikan luas tanah diminta konsumen. Bisnis properti sendiri mulai menyasar di wilayah perkotaan dan pedesaan.

Properti rumah kayu ditawarkan memiliki pasar tersendiri. Di Buleleng rumah tua atau rumah joglo misalnya juga memiliki pasar tersendiri. Rumah joglo karya Mr Joglo diminati masyarakat umum, pengusaha di bidang kepariwisataan serta restoran.

Diakui rumah joglo buatannya memiliki ciri unik dengan ukiran, berbahan kayu jati, kuat, dan kayunya tahan lama sampai puluhan tahun. Mr Joglo pria asal Desa Ambengan Kecamatan Sukasada, Buleleng ini, tidak takut bersaing terhadap kehadiran properti perumahan dengan rumah joglo. “Rumah joglo dan ukiran saya buat memiliki keunikan tersendiri. Saya ingin melestarikan rumah joglo, jadi bukan hanya ramai dipesan orang luar negeri,” kata dia.

Dia menuturkan, banyak pengusaha joglo dikunjungi dan dikenalnya di wilayah Rembang Jawa Tengah. Koleksi rumah joglo memiliki identitas sebagai orang Indonesia. Di Singaraja sendiri, mulai ramai hotel-hotel memasang rumah joglo sebagai koleksi, dan menciptakan suasana damai menyerupai di jaman dahulu. Jenis rumah joglo diantaranya, joglo, rumah gladak, limas an, gazebo, gapuro dan sejenis lainnya.

“Kalau hotel banyak pesan rumah joglo berbagai ukuran. Rumah Joglo identik dengan identitas orang Indonesia. Produksi rumah joglo ini memakai pakem hari baik, jadi kami memproduksinya di Kota Pati Jawa Tengah, kalau desain tergantung pilihan pemesan. Harga rumah akan semakain mahal, karena memakai bahan kayu jati yang berkualitas tinggi,” tandasnya. Selamat Mr Joglo! (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *