Welky Tak Hadiri Rekonstruksi Pembunuhan Ikram

Foto Balieditor.com-ngr: Salah satu adegam pembunuhan Ikram oleh Gunik dalam rekonstruksi

BALIEDITOR.COM – Untuk melengkapi berkas pemeriksaan atas kasus penusukan yang berujung tewasnya Ikram Tauhid, 39, yang dilakukan oleh Nyoman Tri Antika Subandi Awantara alias Gunik,35, warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, di kawasan Desa Gitgit, beberapa waktu lalu, jajaran Polsek Sukasada menggelar rekonstruksi.

Rekonstruksi yang digelar pada Jumat (5/4/2019) di jalan depan Mapolsek Sukasada, menghadirkan langsung pelaku Gunik dan kakaknya Gede Sueca Mustika Putra, 40, sebagai saksi.

Sedangkan saksi lainnya yakni Welky dan korban Ikram tidak bisa dihadirkan dan diperankan oleh orang lain yang merupakan anggota polisi.

Jalannya rekonstruksi yang dimulai pukul 10.00 wita hingga pukul 11.10 wita, berjalan dengan lancar. Meskipun selama proses jalannya rekonstruksi ini cukup menjadi perhatian sekaligus tontonan gratis bagi masyarakat luas, termasuk para pengguna jalan yang kebetulan melintas disepanjang jalan tersebut.

Setidaknya ada sebanyak 27 adegan yang diperankan yang menggambarkan peristiwa berdarah yang terjadi di KM 17 wilayah Banjar Dinas Wirabhuana, Desa Gitgit tepatnya didepan warung Raja. Dalam 27 adegan itu digambarkan, mulai dari perselisihan di jalan hingga cekcok mulut sampai perkelahian dan pengambilan kunci mobil oleh saksi Welky (rekan korban Ikram).

Tepat pada adegan yang ke-17, disana digambarkan aksi penusukan tersebut dilakukan oleh pelaku Gunik terhadap korban Ikram. Usai menusuk korban, pelaku Gunik menghentikan mobil yang kebetulan melintas untuk mengantar pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Sukasada.

Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Landung mengatakan, dipilihnya lokasi depan Mapolsek Sukasada sebagai tempat rekonstruksi, mengingat lokasi tempat kejadian perkara (TKP) adalah jalur utama. Sehingga dirasa sulit, untuk bisa menggelar rekonstruksi dilokasi tersebut. “Teman-teman kan sudah tahu, disana jalan utama, pasti ramai. Sulit bagi kami kalau disana menggelar rekonstruksi,” kata Kapolsek Landung.

Dijelaskan Kapolsek Landung, digelarnya rekonstruksi ini sebagai tindaklanjut untuk pemberkasan perkara tersebut, yang disaksikan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buleleng dan kuasa hukum pelaku. “Mereka tadi sudah lihat rekonstruksi sudah berjalan sesuai tahapan aturan,” jelas Kapolsek Landung.

Selanjutnya, sambung Landung, usai digelar rekonstruksi, pihaknya masih akan merampungkan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Bahkan Landung mengaku, tidak ingin kasus ini berlarut-larut lama, sehingga setelah semua ini selesai diharapkan pihak penyidik segera melimpahkan kasus ini ke Kajeri Buleleng.

“Untuk dilimpahkan masih menunggu proses. Segera akan kami limpahkan. Kami juga tidak mau berlama-lama kasus ini, karena ini sudah jelas dan lengkap. Ini hanya untuk melengkapi berkas administrasi saja. Setelah ini pasti kami limpahkan,” pungkas Kapolsek Landung.

Pelaku Gunik dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsideir Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *